Komisioner Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Rabu ini menyatakan bahwa Tepi Barat yang diduduki telah berubah menjadi “medan pertempuran,” dengan lebih dari 50 warga Palestina gugur sejak Januari di tengah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan oleh tentara Israel.

Dalam sebuah unggahan di platform X, Lazzarini mengatakan bahwa “Tepi Barat mengalami perluasan perang di Gaza yang sangat mengkhawatirkan.”

Ia menegaskan bahwa “lebih dari 50 orang, termasuk anak-anak, telah terbunuh sejak operasi pasukan Israel dimulai,” seraya menekankan bahwa “hal ini harus dihentikan.”

Komisioner UNRWA—yang aktivitasnya telah dilarang oleh Knesset Israel—menyatakan bahwa penghancuran infrastruktur umum di Tepi Barat, perusakan jalan, serta pembatasan akses kini telah menjadi praktik yang lazim.

“Lembaga sosial dan ekonomi hancur total, membuat masyarakat kembali mengalami trauma dan kehilangan,” ujarnya.

Ia juga mencatat bahwa sekitar 40 ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka, terutama di kamp-kamp pengungsi di wilayah utara.

Lazzarini menambahkan bahwa lebih dari 5.000 anak yang seharusnya bersekolah di sekolah-sekolah UNRWA telah kehilangan hak pendidikan mereka, beberapa bahkan selama lebih dari 10 minggu, akibat penghancuran kamp-kamp pengungsi Palestina.

Dia juga mengungkapkan bahwa “pasien tidak dapat mengakses layanan kesehatan, keluarga kehilangan akses terhadap air, listrik, dan kebutuhan dasar lainnya.”

Menurutnya, semakin banyak warga Palestina yang bergantung pada bantuan kemanusiaan, sementara organisasi kemanusiaan mengalami beban berat dan kekurangan sumber daya yang akut.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 900 warga Palestina di Tepi Barat telah dibunuh oleh pasukan Israel atau serangan pemukim.

Tentara Israel melancarkan operasi militer besar di wilayah utara Tepi Barat lebih dari sebulan yang lalu, yang disebut sebagai operasi terbesar dan terpanjang dalam hampir dua dekade terakhir.

Pada Ahad lalu, Israel mengumumkan telah mengusir puluhan ribu warga Palestina dari tiga kamp pengungsi di Tepi Barat utara tanpa memberikan mereka kesempatan untuk kembali ke rumah mereka.

Sumber: Al Jazeera, AFP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here