Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump mendukung penuh serangan udara dan operasi darat Israel di Gaza. Juru bicara Gedung Putih, Caroline Leavitt, menyatakan bahwa Trump sepenuhnya mendukung langkah-langkah militer Israel dan menuding Hamas bertanggung jawab atas memburuknya situasi.
Sementara itu, Uni Eropa mengeluarkan pernyataan yang mengecam runtuhnya gencatan senjata di Gaza dan menyesalkan jatuhnya banyak korban sipil, tetapi menghindari menyalahkan Israel secara langsung.
Di Dewan Keamanan PBB, perwakilan PBB memperingatkan bahwa pertempuran kembali mengancam warga sipil Gaza, sementara perwakilan AS menegaskan bahwa Hamas harus membebaskan sandera atau menghadapi konsekuensinya. Inggris juga mengecam pernyataan Menteri Pertahanan Israel yang dianggap sebagai bentuk hukuman kolektif terhadap warga Gaza.
Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menegaskan bahwa Israel telah melakukan pemusnahan massal terhadap keluarga dan komunitas di Gaza. Sementara itu, Yordania menyerukan tindakan internasional segera untuk menghentikan agresi Israel dan membuka kembali jalur bantuan kemanusiaan.
Sejak dimulainya kembali perang di Gaza, lebih dari 591 warga Palestina terbunuh dan 1.042 lainnya terluka, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Dengan dukungan AS, Israel terus melancarkan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 162 ribu warga Palestina dan meninggalkan ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan.