Pasukan Israel terus melakukan penggerebekan di kota-kota dan desa-desa di Tepi Barat yang diduduki, setelah menewaskan dua pemuda Palestina pada Selasa (26/3) dan menangkap beberapa lainnya dalam serangan yang berlanjut di utara Tepi Barat dan timur Kota Al-Quds (Yerusalem).
Militer Israel juga terus mengirim bala bantuan ke Kota Tulkarm dan Jenin, yang mengalami eskalasi kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa pekan terakhir.
Pasukan pendudukan menyerbu Kamp Pengungsi Al-Fawar di selatan Hebron, menggerebek puluhan rumah, merusaknya, serta menembakkan peluru tajam, granat suara, dan gas air mata beracun. Kendaraan militer Israel juga ditempatkan di pintu masuk utama kamp, sementara lebih dari 100 tentara menyebar di gang-gang kamp, menyerang tim medis Bulan Sabit Merah Palestina, serta merusak ambulans.
Serangan Berlanjut
Di Kota Jenin, Tepi Barat bagian utara, pasukan khusus Israel menyerbu lingkungan timur kota tersebut.
Sumber-sumber Al Jazeera melaporkan bahwa militer Israel mengirim tambahan pasukan untuk mendukung operasi itu, mengepung beberapa rumah, dan memerintahkan penghuninya keluar. Pasukan pendudukan juga menangkap seorang pemuda dari area yang dikepung.
Di tempat lain, pasukan Israel menyerbu Desa Al-Mughayyir di timur laut Ramallah, Tepi Barat.
Saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Israel dalam jumlah besar memasuki desa itu pada Rabu (27/3) dini hari, mengepung beberapa lingkungan, menggerebek rumah-rumah, menyerang penghuninya, dan mengibarkan bendera Israel di sejumlah rumah.
Desa Al-Mughayyir sering menjadi sasaran serangan militer Israel dan pemukim ekstremis Yahudi.

Dua Warga Palestina Syahid
Pada Selasa (26/3), kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa seorang pria Palestina berusia 41 tahun gugur setelah ditembak oleh polisi Israel di dekat Kota Al-Eizariya, timur Yerusalem.
Menurut laporan tersebut, polisi Israel menembaki pria itu dan melukainya, sebelum membawanya ke rumah sakit, di mana ia kemudian dinyatakan syahid.
Sementara itu, di Kota Qalqilya, pasukan Israel menembak mati seorang pemuda Palestina dan melukai serta menangkap beberapa lainnya dalam serangan ke utara Tepi Barat.
Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa pemuda tersebut adalah Bara Yusuf (19 tahun), yang gugur akibat tembakan pasukan Israel pada Selasa (26/3) dini hari. Jenazahnya kemudian ditahan oleh militer Israel.
Sejak dimulainya agresi genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza, pendudukan Israel dan para pemukimnya semakin meningkatkan serangan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Akibatnya, lebih dari 938 warga Palestina gugur, hampir 7.000 lainnya terluka, dan sekitar 15.700 orang ditangkap, menurut data resmi Palestina.
Dengan dukungan Amerika Serikat, Israel telah melakukan pembantaian massal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 163.000 warga Palestina, mayoritas di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Selain itu, lebih dari 14.000 orang masih dinyatakan hilang.
Sumber: Al Jazeera