RAMALLAH — Tepi Barat terus dihantam gelombang kesewenang-wenangan dan tindakan brutal pemukim Israel yang kini beroperasi tanpa mengenal waktu. Data resmi mencatat, pada Juli lalu saja terjadi 2.256 aksi serangan yang dilancarkan secara beriringan oleh militer Israel dan kelompok pemukim ilegal.

Namun, rangkaian intimidasi tersebut kini bergerak lebih jauh dari sekadar perusakan sarana fisik atau serangan kepada warga. Para pemukim secara masif mulai menguasai lahan-lahan strategis dan mengepungnya dengan pos-pos pemukiman haram (outposts).

Berdasarkan laporan Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina serta pemantauan Al Jazeera, sebanyak 56 pos pemukiman haram baru telah berdiri sejak awal 2026. Enam di antaranya secara terang-terangan didirikan di Area B, wilayah yang menurut Perjanjian Oslo berada di bawah kendali administratif Otoritas Palestina.

Penyebaran pos-pos ilegal ini membentang dari wilayah selatan hingga utara Tepi Barat, di mana kawasan utara mencatatkan tingkat kekerasan pemukim yang paling intensif. Berikut adalah peta sebaran pos pemukiman haram baru di tanah belasan kota dan desa Palestina:

Wilayah Selatan Tepi Barat

  • Kabupaten Hebron: Yatta, As-Samu, Ad-Dhahiriya, Halhul, Bani Naim, Dura, Beit Ummar, Surif, dan Sa’ir.
  • Kabupaten Betlehem: Beit Sahour, Tuqu’ beserta kawasan penggembalaannya, Marah Rabah, dan Beit Fajjar.

Wilayah Tengah Tepi Barat

  • Kabupaten Ramallah dan Al-Bireh: Deir Jarir, At-Tayyiba, Deir Dibwan, Deir As-Sudan, Umm Safa, Deir Abu Mash’al, Abwein, dan Turmus Ayya (tiga kawasan terakhir berada di Area B).
  • Kabupaten Yerusalem: Komunitas Bedouin Al-Muhtawash dan Beit Iksa.

Wilayah Utara Tepi Barat

  • Kabupaten Nablus: Asira ash-Shamaliya, Qabalan, Al-Lubban, Burin, Jalud utara (Area B), Till, Udala, dan Gunung Ebal.
  • Kabupaten Jenin: Faqqua, Arraba, Kafr Ra’i, dan Al-Funduqumiya.
  • Kabupaten Tubas: Khirbet Makhul.
  • Kabupaten Salfit: Qarawat Bani Hassan, Deir Istiya, Yasuf, dan Deir Ballut (Area B).
  • Kabupaten Qalqilya: Hajja.

Wilayah Timur Tepi Barat

  • Kabupaten Yerikho dan Lembah Yordan: Kawasan Maqam Nabi Musa beserta wilayah timurnya, serta Al-Auja.

Strategi Pemecah Belah Geografi

Kepala Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman, Moayyad Shaaban, membeberkan bahwa masifnya pendirian pos-pos pemukiman haram ini tidak menyasar lokasi acak. Langkah ini dirancang untuk mendistribusikan ulang kendali atas tanah Palestina, mengisi ruang-ruang kosong di antara pemukiman induk, serta memutuskan akses antarwilayah komunitas Palestina.

Shaaban menegaskan bahwa pendirian pos-pos tersebut bukanlah aksi individu atau inisiatif spontan yang terpisah dari elite politik Israel. Sebaliknya, aksi ini merupakan bagian dari kebijakan resmi negara yang memanfaatkan milisi pemukim sebagai eksekutor lapangan untuk menciptakan fakta baru di atas tanah Palestina.

Berawal dari Kandang Ternak

Shaaban membeberkan pola perampasan lahan yang berjalan sistematis. Proses diawali dengan pembangunan fasilitas sederhana seperti kandang ternak, saung, atau pembukaan jalur jalan setapak di bawah perlindungan tentara Israel.

Setelah pendudukan awal terbentuk, lembaga-lembaga pemerintah Israel mulai masuk untuk menyalurkan dana, menyediakan fasilitas infrastruktur dasar, serta memberi pengawalan ketat. Tahap akhir dari skema ini adalah legalisasi status pos tersebut oleh pemerintah Israel hingga berubah menjadi pemukiman permanen yang sah menurut hukum mereka.

“Dalam skema ini, para pemukim bertindak sebagai pasukan pengambilalihan lahan di lapangan, sementara otoritas resmi pendudukan bertugas mengamankan hasilnya secara hukum dan administratif. Ini adalah operasi terpadu untuk memecah geografi Palestina dan memperluas aneksasi de facto,” jelas Shaaban.

Data Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman mencatat akselerasi pendirian pos haram yang sangat drastis dalam beberapa tahun terakhir:

  • Tahun 2022: 12 pos pemukiman haram baru
  • Tahun 2023: 18 pos pemukiman haram baru
  • Tahun 2024: 56 pos pemukiman haram baru
  • Tahun 2025: 86 pos pemukiman haram baru

Tren lonjakan ini menegaskan bahwa strategi pencaplokan lahan Tepi Barat tengah berjalan pada kecepatan tertinggi dalam sejarah pendudukan Israel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here