RAMALLAH – Bagi Thair Hamayel, bocah berusia 12 tahun, fajar pada 14 April 2026 adalah awal dari sebuah perjalanan panjang yang tak masuk akal. Di usianya yang baru menyentuh awal remaja, ia harus menempuh rute dari satu kamp militer ke kamp militer lainnya, hingga berakhir di sel Penjara Ofer yang tersohor angker di barat Ramallah.

Kesaksian Thair mengungkap pola interogasi yang brutal. Setelah diciduk dari rumahnya saat subuh, ia dibiarkan menggigil selama satu jam di ruang terbuka Kamp Al-Asour. Tak berhenti di situ, ia dipindahkan ke Kamp Ghabeit, disekap dalam ruangan yang lebih mirip liang sempit bersama satu tahanan lain selama lima jam.

Namun, “hidangan utama” intimidasi itu terjadi di pusat interogasi Benjamin. Di sana, klaim keamanan Israel berubah menjadi tindakan fisik. Thair bercerita bagaimana ia dipukul dan dicekik saat diinterogasi. Tuduhannya luar biasa berat untuk anak seukurannya: anggota Hamas dan jaringan ISIS. Di mata interogator, bocah ini adalah seorang “mukharib”, sabotase atau teroris.

Penghinaan di Balik Jeruji

Kekerasan tak berhenti pada fisik. Di dalam Penjara Ofer, Thair dipaksa masuk ke sebuah kompartemen khusus remaja (Ashbal). Di sana, ia mengklaim dipaksa mencium bendera Israel, sebuah tindakan simbolis yang dirancang untuk merendahkan martabat tawanan.

Keseharian di dalam sel pun diatur sedemikian rupa untuk menciptakan ketidaknyamanan kronis. “Kasur-kasur ditarik paksa dari sel setiap jam tujuh pagi dan baru dikembalikan jam dua siang,” ujar Thair. Tanpa alas tidur selama tujuh jam di siang hari, birokrasi penjara seolah ingin memastikan tak ada waktu bagi para bocah ini untuk sekadar meluruskan punggung dengan layak.

Mesin “Penjara Administratif”

Kisah Thair hanyalah puncak gunung es dari statistik yang menggelembung. Data lapangan menunjukkan ada sekitar 9.600 warga Palestina yang kini mendekam di penjara Israel. Dari jumlah itu, 350 adalah anak-anak dan 86 perempuan.

Yang paling mencolok adalah tingginya angka penahanan administratif, sebuah praktik penahanan tanpa dakwaan resmi. Saat ini, terdapat 3.532 tahanan administratif, angka tertinggi dalam sejarah klasifikasi tawanan Israel. Selain itu, muncul kategori baru yang disebut “Kombatan Ilegal”, yang mencakup 1.251 orang, belum termasuk ribuan warga Gaza yang disekap di kamp-kamp militer rahasia milik IDF.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here