JERUSALEM — Jajaran pimpinan keamanan Penjajah Israel melempar peringatan keras kepada pimpinan politik dan tokoh pemukim Yahudi terkait potensi meluapnya kendali di Tepi Barat seiring melonjaknya aksi kekerasan pemukim. Laporan media Israel, Channel 12, menyebut militer mendesak langkah penenangan segera demi mencegah eskalasi yang lebih membahayakan.

Peringatan ini menyusul bentrokan berdarah yang menyebabkan empat warga Palestina syahid dan dua prajurit Israel (salah satunya koordinator keamanan lokal) tewas di dekat Desa Till, sebelah barat daya Nablus.

Di tengah situasi Tepi Barat yang kian menggenting, para pejabat militer meresahkan tingginya dukungan politik terhadap para pemukim radikal. Pukulan aksi pemukim kian tak terkendali; mereka membakar lima lokasi pemukiman warga Palestina dalam semalam, menambah daftar panjang dari 219 aksi penyerangan yang terdata beberapa bulan terakhir.

Gelombang Serangan dan Penangkapan Masif

Di lapangan, kelompok pemukim Yahudi membakar area industri di Kota Beita, selatan Nablus, serta merusak alat berat di dalamnya.

Di saat bersamaan, pasukan Penjajah Israel melancarkan gelombang penangkapan di Desa Deir Jarir, wilayah Ramallah, dan mengubah sebuah rumah warga menjadi pos interogasi lapangan.

Operasi militer juga menyasar Kamp Al-Arroub, Beit Ummar, dan Idhna di Hebron, Kafr Qaddum di Qalqilya, Desa Till di Nablus, Iktaba di Tulkarm, hingga Desa Jalbun di timur Jenin. Di Desa Till, militer menahan ayah dari dua pemuda yang gugur, Ibrahim dan Jawab Ramadan.

Pemerintah Palestina melaporkan para pemukim turut menyerang beberapa desa sejak subuh, membakar dua masjid, dan mencoretkan grafiti provokatif di dinding-dinding bangunan. Statistik PBB dan Otoritas Palestina mengonfirmasi bahwa rentetan aksi pemukim telah menewaskan puluhan warga Palestina dan melukai ratusan lainnya sepanjang tahun ini.

Menjelang hari raya Yahudi, Channel 12 mengutip pejabat keamanan yang mengindikasikan kemungkinan pengerahan pasukan tambahan ke Tepi Barat.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (yang tengah bersiap menghadapi pemilu Oktober mendatang) memerintahkan operasi keamanan skala besar di Tepi Barat dan membatalkan seluruh cuti militer. Di sisi lain, Menteri Keuangan dari faksi sayap kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, menyuarakan desakan untuk mencaplok total Tepi Barat yang diduduki sejak Perang 1967.

Kritik Tajam dari Dalam Knesset

Instruksi Netanyahu menuai perlawanan sengit di parlemen Israel (Knesset). Anggota Knesset dari Partai Demokrat, Gilad Kariv, menegaskan bahwa Netanyahu dan Smotrich sengaja menyeret wilayah tersebut menuju “Intifada Ketiga”.

Melalui unggahan di platform X, Kariv menilai pemerintah bukannya meredakan situasi, melainkan sengaja menyiram bensin ke dalam api.

“Ada kelompok di pemerintahan yang sengaja mendorong kita menuju Intifada Ketiga. Netanyahu melakukannya demi kalkulasi politik, sementara Smotrich menjalankannya sebagai bagian dari rencana penentuan akhirnya,” tegas Kariv.

Kariv telah mengingatkan sejak beberapa bulan lalu bahwa Tepi Barat berada di ambang ledakan akibat upaya sistematis menciptakan gesekan harian antara warga Israel dan Palestina. Gesekan ini membuat militer tak lagi mampu melindungi warga sipil dari amuk pemukim ekstrimis.

Kritik senada datang dari Ketua Partai Demokrat, Yair Golan. Ia menuding pemerintahan Netanyahu sengaja menciptakan situasi rawan ledakan dan mengubah Tepi Barat menjadi “tong mesiu” yang mengancam keselamatan Israel sendiri dengan menyeret militer ke dalam konfrontasi luas.

“Teror yang Disokong Negara”

Dari pihak Palestina, Kantor Perdana Menteri menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa aksi pemukim yang disokong otoritas Israel telah meningkat menjadi aksi pembantaian sistematis di seluruh Tepi Barat.

Sabtu lalu saja, militer menahan lebih dari 75 warga Palestina dalam penggerebekan terpisah, termasuk 40 warga di Desa Till. Delapan warga lainnya terluka akibat serangan pemukim di Desa Far’ata, timur Qalqilya.

Data resmi Palestina mencatat, sejak Oktober 2023, lebih dari 1.182 warga Palestina di Tepi Barat Syahid, ribuan lainnya luka-luka, dan sekitar 24 ribu orang ditahan oleh pasukan pendudukan.

Sumber: Media Palestina dan Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here