Pasukan Israel bersama badan keamanan Shin Bet mengumumkan peluncuran operasi militer besar di kota Hebron, selatan Tepi Barat, Senin (19/1). Operasi ini melibatkan polisi dan Pasukan Perbatasan, dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.
Menurut pernyataan resmi, sejak malam sebelumnya pasukan Israel menyisir kawasan Jabal Johar dengan tujuan menghancurkan infrastruktur dan menyita senjata, yang mereka klaim sebagai bagian dari upaya “memerangi terorisme.”
Operasi ini juga melibatkan mobilisasi intensif alat berat militer dan patroli ketat. Sumber lokal melaporkan penangkapan lapangan, penutupan sejumlah jalan, dan pembatasan ketat pergerakan warga Palestina, termasuk larangan keluar-masuk di beberapa wilayah.
Saluran 12 Israel mengutip sumber militer, menyebutkan ratusan tentara dan unit khusus dikerahkan ke Hebron untuk operasi ini, yang menargetkan penyitaan senjata dalam jumlah besar.
Serangkaian Penangkapan dan Penggeledahan
Sebelumnya, pasukan Israel menahan dua warga Palestina di Tepi Barat pada Minggu malam, mengepung sebuah masjid sementara, dan mengubah sebuah rumah menjadi pos militer.
Menurut Kantor Berita Palestina, dua pemuda dari Al-Ghor Utara ditangkap saat pasukan Israel menyisir Khirbet Al-Hadidiya. Sumber yang sama juga mencatat adanya penggeledahan tenda-tenda warga oleh pemukim yang didampingi tentara.
Di wilayah tengah Tepi Barat, sejumlah jamaah di Masjid Lama di desa Kafr Na’ma, barat Ramallah, ditahan sementara oleh pasukan Israel. Tentara Israel juga melepaskan granat suara dan gas air mata di sekitar masjid dan kawasan pemukiman, memicu kepanikan terutama di kalangan perempuan dan anak-anak. Tidak ada laporan cedera.
Di timur laut Ramallah, tentara Israel menyita sebuah kendaraan di pos pemeriksaan dekat desa Al-Mughayyir.
Hebron dan Sekitar: Penyerbuan dan Intimidasi Warga
Sejak siang, pasukan Israel melakukan penyerbuan besar, termasuk penggeledahan rumah-rumah warga dan pemeriksaan lapangan. Tentara terlihat menyebar di berbagai wilayah desa dan sekitarnya.
Di barat laut Al-Quds, Israel memasang pos pemeriksaan di masuk kota Qatanna, memeriksa kendaraan dan identitas warga.
Sejak agresi militer Israel ke Gaza pada 7 Oktober 2023 yang berlangsung dua tahun, serangan di Tepi Barat meningkat signifikan, meliputi pembunuhan, penahanan, pengusiran, dan perluasan pemukiman. Warga Palestina memperingatkan langkah ini bisa menjadi bagian dari upaya aneksasi Tepi Barat.
Menurut data resmi Palestina, operasi militer ini telah menewaskan sedikitnya 1.107 warga Palestina, melukai sekitar 11.000 lainnya, dan menahan lebih dari 21.000 orang.
Sumber: Al Jazeera










