Cuaca buruk kembali memperparah kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Hujan deras yang disertai angin kencang sejak Kamis dini hari menyebabkan ratusan tenda pengungsi terendam, sementara infrastruktur yang sudah rusak tak lagi mampu menahan dampaknya.

Di tengah situasi itu, sumber medis melaporkan tiga warga Palestina terluka setelah sebuah dinding bangunan yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel roboh dan menimpa tenda pengungsian di Jalan Al-Wahda, pusat Kota Gaza.

Dua korban dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa, sementara satu lainnya mendapat penanganan di lokasi. Insiden ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.

Infrastruktur Lumpuh, Air Menggenang

Banjir meluas di sejumlah titik. Tenda-tenda yang menjadi tempat tinggal sementara bagi warga tak mampu menahan air. Sebagian hanyut, sebagian lainnya rusak diterpa angin.

Juru bicara Pemerintah Kota Gaza, Hosni Mahna, mengatakan kerusakan parah pada sistem drainase menjadi penyebab utama genangan meluas. Air hujan tidak mengalir, justru mengumpul di jalanan lalu masuk ke area pengungsian.

Dalam beberapa kasus, air hujan bahkan bercampur dengan limbah, memunculkan risiko kesehatan baru di tengah situasi yang sudah rapuh.

“Ancaman lingkungan dan kesehatan sangat nyata,” kata Mahna. Ia menambahkan, tim lapangan bekerja dengan peralatan terbatas untuk menangani dampak cuaca ekstrem ini.

Pengungsi Bertahan dalam Kondisi Minim

Sekitar 1,9 juta warga Gaza saat ini hidup sebagai pengungsi internal. Mereka tinggal di tenda-tenda darurat yang sebagian besar tidak dirancang untuk menghadapi musim hujan.

Kondisi ini berlangsung meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025. Namun, pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan dan material tempat tinggal membuat situasi tidak banyak berubah.

Bagi banyak keluarga, tenda yang bocor dan tanah yang becek menjadi bagian dari keseharian.

Kerusakan infrastruktur akibat perang memperburuk dampak bencana cuaca. Sekitar 90 persen fasilitas sipil di Gaza dilaporkan hancur atau rusak.

Data korban menunjukkan lebih dari 72 ribu warga Palestina tewas dan sekitar 172 ribu lainnya terluka sejak konflik berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here