GAZA — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengutuk keras serangan udara terbaru militer Israel yang menyasar kawasan sekitar Rumah Sakit Yaman Al-Saeed di utara Jalur Gaza. Agresi sepihak yang merenggut nyawa empat warga sipil dan melukai puluhan lainnya itu ditegaskan sebagai bukti nyata bahwa Tel Aviv terus merobek kesepakatan gencatan senjata dan sengaja memelihara kejahatan sistematis terhadap penduduk sipil Palestina.
Dalam pernyataan pers resminya, Hamas menegaskan bahwa pemboman di dekat fasilitas medis ini bukan insiden berdiri sendiri. Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran harian yang terstruktur (termasuk penghancuran rumah tinggal dan blok pemukiman warga) yang terus dilancarkan mesin perang Israel meskipun status gencatan senjata secara hukum telah dinyatakan berlaku.
Mengkhianati Komitmen di Depan Mediator
Hamas juga menyoroti ironi diplomatik di balik serangan ini. Eskalasi bersenjata yang dilakukan Israel justru terjadi tepat saat para mediator internasional tengah bekerja keras merumuskan mekanisme teknis untuk mengimplementasikan fase-fase lanjutan dari perjanjian damai.
“Tindakan ini dengan sangat telanjang mencerminkan watak asli pemerintahan penjajah yang tidak pernah menghormati klausul kesepakatan politik, sekaligus bentuk pengingkaran total terhadap komitmen yang telah mereka sepakati di hadapan dunia,” tulis pernyataan resmi Hamas.
Berangkat dari pelanggaran fatal ini, Hamas kembali mendesak para negara mediator dan penjamin internasional untuk segera mengambil sikap tegas. Mereka dituntut tidak hanya mengutuk kebrutalan tersebut, tetapi juga memberikan tekanan politik yang riil guna memaksa Israel menghentikan agresinya dan tunduk pada aturan main gencatan senjata.
248 Hari Pelanggaran Tanpa Henti
Di lini lapangan, situasi di Jalur Gaza jauh dari kata damai. Hari ini menandai hari ke-248 secara berturut-turut militer Israel secara konsisten melanggar kesepakatan penghentian tembakan.
Laporan dari medan tempur menunjukkan bahwa tentara pendudukan masih terus mengoperasikan artileri berat, meluncurkan serangan udara, melakukan penembakan acak, hingga menerapkan taktik bumi hangus dengan meledakkan kawasan perumahan warga.
Rentetan kekerasan dalam beberapa jam terakhir telah menambah panjang daftar syuhada dan korban luka di Gaza, di mana empat di antaranya menjadi korban langsung dari ambisi militer Israel yang menyasar perimeter luar rumah sakit di wilayah utara tersebut.
(Sumber: Kantor Berita Palestina / Saluran Resmi Hamas)










