Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyampaikan protes keras kepada para mediator yang menjamin kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Sumber-sumber Palestina mengatakan kepada Al Jazeera, Jumat (9/1/2026), Hamas menilai pelanggaran Israel yang terus berulang terhadap seluruh poin kesepakatan berpotensi menyeret perjanjian tersebut ke ambang kegagalan.

Menurut sumber yang sama, Hamas menegaskan kepada mediator bahwa praktik pembunuhan target yang dilakukan Israel dengan dalih keamanan yang dinilai tidak berdasar telah secara serius mengancam keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan media Israel, Haaretz, yang mengutip sumber-sumber keamanan bahwa pimpinan politik Israel hingga kini belum mengeluarkan perintah kepada militer untuk bersiap mundur dari posisi-posisi di Gaza maupun memulai fase kedua kesepakatan.

Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa sejumlah petinggi militer Israel berpendapat fase kedua sebaiknya tidak dijalankan sebelum seluruh jenazah tawanan Israel dikembalikan.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 71.409 syahid dan 171.304 orang luka-luka.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebutkan bahwa rumah sakit di Gaza menerima 14 syahid dan 17 korban luka dalam 24 jam terakhir. Namun, tidak dijelaskan secara rinci kronologi jatuhnya korban tersebut.

Sehari sebelumnya, militer Israel dilaporkan melancarkan serangan udara yang menyasar tenda-tenda pengungsi, rumah warga, dan sebuah sekolah yang difungsikan sebagai tempat pengungsian. Serangan itu menyebabkan 13 warga Palestina syahid, termasuk dua anak yang masih bersaudara, sebagaimana disampaikan dalam keterangan singkat Pertahanan Sipil Gaza.

Rangkaian serangan ini dinilai sebagai bagian dari pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Pelanggaran tersebut kian memperkuat kekhawatiran bahwa kesepakatan yang rapuh itu bisa runtuh sewaktu-waktu, di tengah krisis kemanusiaan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda di Jalur Gaza.


Sumber: Al Jazeera, Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here