Citra satelit terbaru mengungkap satu fakta yang tak terbantahkan: militer Israel terus melanjutkan operasi perataan dan penghancuran besar-besaran terhadap rumah-rumah warga Palestina di kawasan Bani Suheila, timur Kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza.
Berdasarkan perbandingan gambar satelit yang dianalisis oleh Unit Sumber Terbuka Al Jazeera (diambil antara 8 Oktober 2025 hingga 20 Februari tahun ini) jejak kehancuran tampak meluas dan sistematis. Lingkungan permukiman yang telah dikosongkan paksa dari penghuninya tidak luput dari penghancuran lanjutan. Kerusakan paling mencolok terlihat di sekitar Bundaran Bani Suheila, salah satu titik vital kota, lalu menjalar ke blok-blok hunian di timur Jalan Salahuddin yang sebelumnya sudah digempur hebat.
Namun penghancuran bukan satu-satunya aktivitas. Citra yang sama menunjukkan pembukaan jalur-jalur logistik baru yang menghubungkan satu kawasan ke kawasan lain, sebuah indikasi penguatan kontrol militer jangka panjang. Di sekitar Jalan Khalid bin Al-Walid, dekat Taman Kota Bani Suheila, terlihat pula pendirian pos militer tempat kendaraan lapis baja ditempatkan.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat, Provinsi Khan Younis mengalami kerusakan lahan pertanian terbesar dibanding wilayah lain di Gaza, melampaui 3.500 hektare. Bani Suheila (yang selama ini dikenal sebagai lumbung pertanian di timur Khan Younis) ikut tersapu dalam pusaran penghancuran itu.
Di lapangan, laporan serangan udara hampir harian terus berdatangan. Dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya 10 warga sipil gugur atau terluka akibat tembakan pasukan Israel yang ditempatkan di balik apa yang disebut “Garis Kuning” dekat Bundaran Bani Suheila.
Pelanggaran terbaru terjadi tepat di hari pertama Ramadan. Keluarga Al-Najjar berduka atas gugurnya putra mereka, Mohannad Al-Najjar (14 tahun), yang ditembak di kawasan yang sama. Di bulan yang seharusnya menghadirkan keteduhan, darah kembali tertumpah.
Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menyebabkan 573 warga Palestina gugur dan 1.553 lainnya terluka, menurut data terakhir per 10 Februari.
Apa yang tampak dari angkasa bukan sekadar puing dan tanah yang diratakan. Ia merekam pola: pengosongan, penghancuran, lalu penguatan militer. Dari atas, bumi itu terlihat hangus. Dari bawah, ia menyimpan kisah rumah yang hilang, ladang yang musnah, dan nyawa yang tak kembali.










