Hamas menolak semua rencana pengusiran, pemukiman paksa, dan solusi ‘Tanah Air’ alternatif. Hamas menegaskan, rakyat Palestina memiliki akar kuat di tanah mereka, dan menolak klaim Israel atas wilayah Palestina, terutama Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa.
Hamas juga menekankan bahwa perlawanan adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan tanah Palestina, merebut kembali hak-hak mereka, dan menggagalkan rencana agresi Israel. Gerakan ini menegaskan kembali bahwa hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka adalah hak mutlak yang tidak bisa dihapus oleh waktu.
Hamas menyerukan kepada dunia Arab, umat Islam, dan semua pendukung keadilan di dunia untuk meningkatkan dukungan bagi rakyat Gaza serta menekan Israel agar menghentikan agresinya.
Sudah dua tahun berturut-turut peringatan Hari Tanah berlangsung di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang telah menyebabkan lebih dari 163 ribu warga Palestina gugur atau terluka, serta ribuan lainnya masih hilang. Di Tepi Barat, serangan dan pengusiran paksa juga semakin meningkat, didorong oleh kelompok sayap kanan Israel yang menyerukan pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.
Hari ini, demonstrasi besar diadakan di beberapa kota di Jerman, Inggris, dan Prancis untuk memperingati Hari Tanah. Para demonstran menyerukan dukungan bagi rakyat Palestina dan penghentian agresi Israel terhadap Gaza.
Apa Itu Hari Tanah?
Hari Tanah diperingati setiap tanggal 30 Maret untuk mengenang aksi mogok massal dan bentrokan yang terjadi pada 30 Maret 1976. Saat itu, warga Palestina di wilayah yang kini menjadi bagian dari Israel (wilayah 1948) melakukan protes terhadap perampasan tanah oleh pemerintah Israel.
Dalam bentrokan tersebut, enam warga Palestina gugur, 49 lainnya terluka, dan lebih dari 300 orang ditangkap setelah pasukan Israel menggunakan peluru tajam untuk membubarkan protes. Aksi solidaritas juga terjadi di Tepi Barat, Gaza, serta kamp-kamp pengungsi di Lebanon.
Sejak saat itu, rakyat Palestina di dalam maupun luar negeri memperingati Hari Tanah sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan dan pengusiran, serta untuk menegaskan hak mereka atas tanah yang telah dirampas.