GAZA — Pasukan Penjajah Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza pada Senin ini. Rangkaian serangan udara, tembakan helikopter, hingga dentuman meriam artileri menghantam sejumlah titik pemukiman, memicu jatuhnya korban luka-luka serta kerusakan material yang parah.

Jurnalis Al Jazeera, Hani Al-Shaer, melaporkan bahwa armada militer Israel meluncurkan dua serangan udara mendadak di area kendali mereka di lingkungan Al-Tuffah, Kota Gaza, menjelang subuh.

Artileri Hantam Pemukiman dan Rumah Warga di Al-Tuffah

Otoritas Ambulans dan Layanan Darurat Gaza mengonfirmasi sejumlah warga mengalami luka-luka akibat tembakan artileri yang menyasar area di luar batas kendali militer Israel di bagian timur Al-Tuffah.

Sebuah proyektil artileri dilaporkan mendarat tepat di sebuah rumah warga di sekitar Persimpangan Al-Sanafour, memicu kebakaran hebat di lokasi kejadian.

Pusat Informasi Palestina (Palestinian Media Center) menambahkan bahwa serangan udara tersebut dilancarkan berbarengan dengan tembakan helikopter tempur dan rentetan artileri yang juga menggempur wilayah selatan Kota Khan Younis.

Sementara itu, media Israel Channel 12 mengungkapkan bahwa pasukan militer yang bersiaga di sepanjang “Garis Kuning” (Yellow Line) telah menerima instruksi untuk bersiap menghadapi potensi aksi balasan dari faksi perlawanan Palestina.

Pelanggaran ini memperpanjang deretan insiden berdarah. Sehari sebelumnya, seorang warga Palestina dinyatakan gugur akibat luka parah pasca-serangan udara yang menghantam tenda pengungsian di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis.

Di lokasi yang sama, tepatnya di area Bir 19, seorang anak kecil mengalami luka-luka setelah tank-tank militer membabi buta menembaki deretan tenda pengungsi.

Misi Diplomatik Kushner: AS Berupaya Menekan Netanyahu

Dari panggung diplomasi, Utusan Khusus Amerika Serikat, Jared Kushner, dijadwalkan melangsungkan pertemuan krusial dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Senin ini. Pertemuan ini digelar di tengah penolakan keras Netanyahu terhadap peta jalan (roadmap) 15 poin yang didukung penuh oleh Washington.

Mengutip laporan Yedioth Ahronoth, kunjungan Kushner ke Tel Aviv bertujuan untuk “mengunci kepastian” terkait masa depan Gaza. Kushner diprediksi akan menyodorkan deretan tuntutan tegas yang wajib segera dieksekusi oleh pemerintah Israel:

  • Penghentian total operasi pembongkaran dan pemboman di Gaza.
  • Penarikan bertahap pasukan militer menuju “Garis Kuning”.
  • Pembukaan keran bantuan kemanusiaan secara masif.
  • Pemberian akses penuh bagi mulainya proses rekonstruksi fisik dan tata kelola sipil.

Langkah ini menyusul pertemuan tertutup yang digelar Kushner bersama Ketua Kantor Politik Hamas, Khalil al-Hayya, di Kairo pada hari Minggu kemarin demi mengurai kebuntuan negosiasi.

Ribuan Korban Jiwa Terus Berjatuhan

Data medis mencatat bahwa sejak kesepakatan gencatan senjata resmi berlaku pada 10 Oktober lalu, aksi kekerasan dan pelanggaran oleh militer Israel tak pernah benar-benar berhenti.

Hingga saat ini, rentetan penggeberekan dan serangan udara tersebut telah menelan 1.262 korban jiwa warga Palestina dan melukai 4.168 orang lainnya, di samping proses evakuasi 808 jenazah korban yang berhasil diangkat dari puing-puing bangunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here