Dua warga Palestina gugur dan sejumlah lainnya terluka akibat tembakan artileri Israel yang menghantam Jabalia al-Balad, Gaza utara, pada Ahad. Serangan ini terjadi meski perjanjian gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober lalu, sebuah jeda yang kembali terasa rapuh di bawah dentuman meriam.
Sumber layanan ambulans dan tanggap darurat Gaza kepada Al Jazeera menyebutkan korban syahid adalah Omar Sufyan Manoun dan Mustafa Ahmad Zaghloul. Keduanya dilaporkan berada di wilayah yang, berdasarkan kesepakatan, berada di luar zona kendali dan penyebaran militer Israel, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
Di Beit Lahia, dua warga Palestina (salah satunya anak-anak) terluka akibat tembakan Israel di area yang juga berada di luar zona penyebaran pasukan. Sementara di Abu al-Ajeen, timur Deir al-Balah, seorang remaja dilaporkan tertembak dalam insiden serupa.
Sejak pagi, artileri Israel menggempur kawasan timur permukiman al-Tuffah dan al-Zaytoun di Kota Gaza. Pesawat tempur juga melancarkan dua serangan udara ke timur Khan Younis, di wilayah yang termasuk dalam cakupan kendali militer Israel menurut perjanjian.
Data di lapangan menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, sedikitnya 629 warga Palestina telah terbunuh dan sekitar 1.693 lainnya terluka akibat serangan yang terus berlanjut. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban syahid sejak perang dimulai pada Oktober 2023 telah mencapai 72.096 orang, dengan 171.791 korban luka.
Di balik angka-angka itu, masih ada jasad yang tertimbun reruntuhan dan tergeletak di jalanan. Tim ambulans dan pertahanan sipil kerap tak mampu menjangkau mereka, terhalang puing, keterbatasan alat berat yang tak diizinkan masuk, serta serangan yang belum benar-benar reda.










