GAZA — Serangan militer Israel di Jalur Gaza kembali menelan korban. Sedikitnya lima warga Palestina syahid dan sekitar 40 lainnya terluka akibat serangkaian serangan udara, tembakan pesawat nirawak, dan bombardemen artileri.
Serangan tersebut berlangsung di tengah pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada 10 Oktober 2025. Meski kesepakatan itu telah berlaku, serangan Israel masih menyasar sejumlah wilayah di Jalur Gaza.
Di kawasan Tuffah, timur laut Kota Gaza, sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka setelah artileri Israel menghantam sebuah rumah di dekat persimpangan Al-Sanafour.
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan telah mengevakuasi 11 korban ke Rumah Sakit Lapangan Al-Saraya di Kota Gaza. Mereka mengalami luka akibat serangan artileri yang menghantam rumah di kawasan tersebut.
Serangan Drone di Rafah
Pada Rabu, tiga warga Palestina syahid dan 15 lainnya terluka, termasuk lima orang yang mengalami luka serius, setelah sebuah pesawat nirawak Israel menyerang pos pemerintah di sekitar Masjid Muawiyah, kawasan Al-Mawasi, Rafah, Gaza selatan.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan serangan itu menyasar pos Kementerian Perekonomian di sebelah utara Al-Mawasi, Rafah.
Beberapa jam kemudian, seorang sumber medis melaporkan bahwa korban keempat meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan tersebut.
Mengutip sumber-sumber lokal, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa lokasi yang diserang merupakan pos pemerintah Gaza yang bertugas memantau operasional truk-truk komersial yang masuk ke wilayah itu melalui perlintasan Kerem Shalom. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan pegawai sejumlah kementerian dalam pemerintahan Gaza.
Pada hari yang sama, Muhammad Aliyan al-Bayuk, 33 tahun, syahid setelah pesawat nirawak Israel menyerang atap sebuah rumah di pusat Khan Younis, Gaza selatan. Tiga orang lainnya terluka dalam serangan itu, termasuk seorang perempuan lanjut usia.
Dalam serangan terpisah, lima warga Palestina mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda akibat serangan pesawat nirawak terhadap kerumunan warga sipil di Jalan Al-Tinah, kawasan Al-Mawasi, Khan Younis.
Serangan Meluas ke Wilayah Tengah Gaza
Di Gaza tengah, tiga warga Palestina terluka setelah serangan udara Israel menyasar orang-orang yang sedang melintas di Jalan Al-Ishrin, sebelah utara kamp pengungsi Nuseirat. Dua korban dilaporkan mengalami luka serius.
Sementara itu, seorang warga Palestina mengalami luka sedang akibat tembakan pesawat nirawak Israel di sebelah timur Deir al-Balah.
Rentetan serangan tersebut menambah daftar korban akibat pelanggaran gencatan senjata. Hingga Rabu, pelanggaran Israel terhadap kesepakatan itu dilaporkan telah menyebabkan 1.568 warga Palestina syahid dan 5.648 lainnya terluka.
Angka tersebut menunjukkan bahwa gencatan senjata belum menghentikan jatuhnya korban di Gaza. Serangan masih terjadi di sejumlah kawasan, sementara warga sipil terus menghadapi ancaman di tengah kehancuran dan terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melancarkan perang genosida di Jalur Gaza. Lebih dari 74.000 warga Palestina dilaporkan syahid dan lebih dari 175.000 lainnya terluka. Serangan itu juga menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, termasuk sekitar 90 persen infrastruktur sipil.










