LONDON — Gerakan solidaritas untuk Palestina meluas ke berbagai penjuru dunia. Sekitar 200 organisasi di 60 negara menyerukan aksi bersama yang akan berlangsung di enam benua.

Seruan itu datang dari Global Alliance for Palestine (GAFP), dengan dukungan Apartheid Anticolonial Movement (AAM) dan Global Coalition Against Israeli Occupation of Palestine (SAND). Aliansi tersebut mengajak organisasi masyarakat sipil, serikat pekerja, serikat mahasiswa, dan jaringan hak asasi manusia untuk menggelar berbagai kegiatan.

Dalam pernyataannya, GAFP mengatakan mobilisasi itu ditujukan untuk menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, mendorong penegakan hukum internasional, serta menekan perdagangan senjata dengan Israel.

Aksi akan berlangsung dalam beragam bentuk, mulai dari demonstrasi dan aksi duduk hingga kegiatan budaya serta pendidikan. Sejumlah kota yang menjadi lokasi kegiatan antara lain London, Sydney, Cape Town, Sao Paulo, Rabat, Quito, Mexico City, Istanbul, Santiago, Reykjavik, Bangkok, Athena, dan Kuala Lumpur.

Kelompok peserta juga berencana menggelar aksi terhadap institusi pemerintah dan perusahaan yang terhubung dengan rantai pasok militer Israel.

Mendesak pertanggungjawaban pelaku kejahatan perang

Sekretaris Jenderal Global Alliance for Palestine, Anas Al-Tikriti, mengatakan mobilisasi tersebut digelar setelah tiga tahun perang di Gaza dan meningkatnya kekerasan pemukim yang, menurut dia, didukung Israel.

“Setelah tiga tahun genosida yang terus berlangsung dan meningkatnya kekerasan pemukim yang didukung Israel, mitos tentang pengendalian diri dan janji kosong diplomasi internasional telah sepenuhnya terbongkar,” kata Al-Tikriti.

Ia mengatakan aksi di enam benua itu bertujuan membela tanah Palestina, menghentikan apa yang disebutnya sebagai genosida, memutus jalur pasokan militer, serta mendorong penegakan hukum internasional.

“Kami berkumpul di semua benua untuk membela tanah Palestina, mengakhiri genosida, menghentikan jalur pasokan militer, menuntut penegakan hukum internasional terhadap semua pihak, dan mengadili penjahat perang Israel,” ujar dia.

Selain aksi massa, kampanye tersebut mendorong langkah di tingkat legislatif. Para penggerak akan menekan anggota parlemen untuk menggelar pembahasan darurat dan mengajukan pertanyaan terkait ekspor senjata.

Diikuti organisasi dari berbagai negara

Sejumlah organisasi dan jaringan internasional ikut ambil bagian dalam mobilisasi tersebut.

Di Inggris, antara lain terdapat Stop the War Coalition dan Campaign for Nuclear Disarmament. Dari Amerika Latin, turut bergabung Union of Palestinian Entities in Latin America. Sementara dari Australia terdapat Australian Palestinian Advocacy Network.

Organisasi lain yang disebut ikut serta adalah Viva Palestina Malaysia, May Care, Code Pink, Workers for Palestine, serta Palestine Solidarity Alliance di Afrika Selatan.

Melalui aksi lintas negara tersebut, GAFP dan organisasi pendukungnya berupaya memperluas tekanan publik sekaligus mendorong langkah politik terkait Palestina, termasuk mengenai hubungan perdagangan senjata dengan Israel.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here