HEBRON — Eskalasi kekerasan pemukim ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat kembali memakan korban jiwa warga sipil Palestina. Pada Jumat pagi (10/7), sekelompok pemukim ekstremis Yahudi melancarkan serangan fajar yang agresif di kawasan Hawara, Masafer Yatta, sebelah selatan Kegubernuran Hebron.
Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah warga lokal mengalami luka-luka akibat hantaman fisik dan semprotan gas merica, termasuk di antaranya kelompok rentan seperti lansia, wanita, dan anak-anak.
Berdasarkan laporan saksi mata dan sumber lokal di lapangan, gelombang penyerangan bermula saat gerombolan pemukim ekstremis menyambangi tanah pertanian milik keluarga Ibrahim Ismail al-Jabour.
Anggota keluarga yang saat itu tengah beraktivitas di lahan yang tak jauh dari tempat tinggal mereka, tiba-tiba diserbu secara membabi buta. Para pelaku menyemprotkan gas merica (pepper spray) langsung ke arah wajah para korban serta memukuli mereka menggunakan benda tumpul.
Rumah Sakit Evakuasi 7 Korban Luka
Tim medis dari Bulan Sabit Merah Palestina (Palestinian Red Crescent) segera dikerahkan ke lokasi kejadian guna memberikan pertolongan pertama. Pihak otoritas medis mengonfirmasi telah mengevakuasi 7 korban luka menggunakan armada ambulans menuju Rumah Sakit Pemerintah Yatta untuk mendapatkan perawatan intensif.
Berikut adalah daftar korban luka dari anggota keluarga Ibrahim al-Jabour akibat serangan fisik dan paparan gas kimia cair tersebut:
- Ibrahim Ismail al-Jabour (Lansia / Kepala Keluarga)
- Fatima Ibrahim al-Jabour (Wanita)
- Suad Jibril al-Jabour (Wanita)
- Raw’ah Ismail al-Jabour (Wanita)
- Rahaf Omar al-Jabour (Wanita)
- Mustafa al-Jabour (Anak-anak)
- Habiba al-Jabour (Anak-anak)
Ironi Lapangan: Militer Beri Proteksi bagi Pelaku
Tragedi yang menimpa warga Hawara ini kian diperparah oleh keterlibatan langsung aparat keamanan Israel. Alih-alih meredam aksi kekerasan atau menindak para pemukim ilegal, personel militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang tiba di lokasi justru memberikan pengamanan penuh bagi kelompok penyerang.
Bahkan, tentara Israel dilaporkan turut serta melakukan intimidasi fisik dan melakukan penangkapan sepihak terhadap tiga anggota keluarga korban yang mencoba mempertahankan tanah mereka. Tiga pemuda Palestina yang ditahan di antaranya:
- Qasim Ibrahim al-Jabour
- Yaser Yusuf al-Jabour
- Ibrahim Omar al-Jabour
Rekor Tertinggi: Lebih dari 11 Ribu Kasus Kekerasan
Kasus yang menimpa komunitas petani di Masafer Yatta ini menambah daftar panjang represi terstruktur di Tepi Barat sepanjang tahun ini. Wilayah pedesaan Hebron selatan memang menjadi salah satu titik paling rawan karena posisinya yang dikepung oleh pos-pos luar (outposts) permukiman Yahudi.
Data Statistik Resmi: Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina (The Wall and Settlement Resistance Commission) mencatat bahwa sepanjang paruh pertama tahun ini saja, telah terjadi lompatan eskalasi yang sangat berbahaya dengan total 11.074 kasus serangan yang dilancarkan secara akumulatif oleh tentara pendudukan bersama kelompok pemukim ilegal di seluruh teritori Tepi Barat. (Sumber: Palestinian Information Center)










