AL-QUDS – Senin (27/4), Kamp Pengungsi Qalandia kembali menjadi saksi bisu operasi “Penculikan” massal yang dilakukan militer Israel (IDF). Rekaman amatir yang beredar di kanal-kanal media sosial Palestina memperlihatkan pemandangan yang rutin namun tetap brutal, barisan pemuda dengan tangan terikat diseret paksa di bawah todongan laras panjang.

Operasi yang dimulai saat penduduk masih terlelap itu berlangsung agresif. Dalam satu potongan klip, terlihat seorang prajurit IDF menendang pintu gedung apartemen dengan keras, sebuah gestur intimidasi yang melampaui standar prosedur operasional keamanan. Di gang-gang sempit Qalandia yang hanya muat satu badan, pasukan infanteri menyemut, sementara kendaraan lapis baja memblokade akses keluar-masuk kamp.

Target dan Pengambilalihan Paksa

Sumber lokal mengonfirmasi bahwa salah satu nama yang masuk dalam daftar tangkap fajar ini adalah Arafat Yaqub, seorang mantan tahanan politik yang baru saja mencicipi udara bebas. Penangkapan Yaqub seolah menegaskan pola “pintu berputar” (revolving door) yang kerap menimpa para aktivis Palestina.

Tak berhenti pada penangkapan, militer Israel juga dilaporkan mengusir paksa satu keluarga dari rumah mereka di tengah kamp. Bangunan tersebut seketika disulap menjadi barak militer darurat atau pos pengintaian strategis. Taktik pengambilalihan properti sipil secara paksa ini merupakan pelanggaran serius terhadap konvensi internasional, namun menjadi praktik lazim dalam pendudukan di Tepi Barat.

Eskalasi di Balik Tembok Pemisah

Ketegangan di Al-Quds Utara sebenarnya sudah mendidih sejak Minggu malam. Beberapa jam sebelum penyerbuan kamp, seorang warga sipil Palestina dilaporkan roboh diterjang timah panas militer di dekat Tembok Pemisah. Alasan penembakan? Hingga kini masih kabur dalam narasi keamanan militer.

Sejak Oktober 2023, Tepi Barat dan Yerusalem memang berubah menjadi ladang perburuan. Data resmi menunjukkan angka-angka yang membikin begidik:

  • Syahid: Sedikitnya 1.154 warga Palestina (akibat ulah tentara maupun pemukim ilegal).
  • Luka-luka: Mendekati 11.750 jiwa.
  • Tahanan: Gelombang penangkapan massal telah menjaring hampir 22.000 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here