Sedikitnya 10 warga Palestina syahid dalam serangan Israel yang menyasar kerumunan sipil di timur Kamp Al-Maghazi, Gaza tengah, Senin. Insiden ini menambah daftar pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.
Sumber medis menyebutkan, jenazah para korban bersama sejumlah besar korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Serangan dilakukan melalui tembakan dan pemboman yang diarahkan ke warga di area terbuka dekat kamp tersebut.
Di lokasi lain, tenaga medis di Rumah Sakit Al-Awda melaporkan satu pengungsi mengalami luka berat akibat tembakan pasukan Israel di luar zona yang mereka kuasai, di Kamp Al-Bureij, Gaza tengah.
Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza mengecam serangan terhadap sebuah kendaraan sewaan yang digunakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kendaraan tersebut tengah menjalankan misi kemanusiaan di wilayah yang diklasifikasikan sebagai “zona hijau” di Khan Younis, Gaza selatan.
Serangan itu menewaskan sopir kendaraan, sementara identitas korban belum diumumkan. Kementerian menyebut penargetan langsung terhadap tim medis dan kemanusiaan sebagai indikasi berlanjutnya kebijakan yang menghambat kerja lembaga bantuan di lapangan.
Data yang dihimpun menunjukkan, pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel terjadi hampir setiap hari, baik melalui serangan udara maupun tembakan langsung. Sejak kesepakatan berlaku, tercatat 723 warga Palestina syahid dan 1.990 lainnya terluka.
Gencatan senjata sendiri disepakati setelah dua tahun agresi militer yang dimulai pada 8 Oktober 2023. Namun, di lapangan, kesepakatan itu kerap dilanggar. Total korban sejak awal perang dan rangkaian pelanggaran setelahnya mencapai lebih dari 72 ribu warga Palestina syahid dan lebih dari 172 ribu luka-luka.
Sumber: Al Jazeera, Anadolu










