Sedikitnya enam warga Palestina syahid dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam wilayah Al-Mawasi, barat Kota Khan Younis, Gaza selatan, pada Ahad dini hari.
Serangan itu menyasar dua titik pemeriksaan keamanan yang dikelola kepolisian di bawah pemerintahan Hamas. Peristiwa ini kembali menambah daftar pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, lebih dari lima bulan lalu.
Petugas medis di lapangan menyebut, serangan dilakukan oleh pesawat tempur Israel yang menargetkan dua pos polisi di Khan Younis. Akibatnya, tiga anggota kepolisian dan tiga warga sipil syahid, termasuk seorang anak perempuan. Empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Informasi serupa disampaikan sumber medis kepada kantor berita Anadolu. Mereka memastikan jumlah korban syahid mencapai enam orang, terdiri dari tiga personel polisi dan tiga warga sipil, dengan sejumlah korban luka dalam kondisi beragam.
Serangan ini mempertegas rapuhnya gencatan senjata yang secara formal masih berlaku. Sejak kesepakatan itu diterapkan pada November 2025, pasukan Israel tercatat telah menewaskan lebih dari 680 warga Palestina dan melukai sedikitnya 1.876 lainnya.
Dalam sebulan terakhir, bersamaan dengan eskalasi konflik Israel–Amerika melawan Iran, sedikitnya 50 warga Palestina kembali menjadi korban serangan di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat.
Secara keseluruhan, sejak pecahnya agresi besar Israel pada 7 Oktober 2023, jumlah korban syahid di Gaza telah melampaui 72 ribu orang. Angka ini terus bertambah di tengah serangan yang belum sepenuhnya berhenti, meski kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan.









