Gelombang kemarahan publik terhadap kejahatan Israel di Gaza kembali meletup di jantung Eropa. Pada Sabtu, ratusan warga turun ke jalan di Berlin dan Paris, menyuarakan kecaman atas kekerasan yang terus berlangsung di wilayah Palestina itu.
Di ibu kota Jerman, Berlin, ratusan massa pro-Palestina berkumpul di kawasan Wedding sebelum bergerak menuju Lapangan Leopold. Di bawah slogan “Hentikan Genosida”, para demonstran meneriakkan seruan solidaritas bagi Gaza, menegaskan bahwa apa yang terjadi bukan sekadar konflik, melainkan kejahatan kemanusiaan yang dibiarkan berlarut.
Poster-poster yang mereka angkat memuat tuntutan penghentian genosida yang dilakukan Israel di Gaza, serta seruan kebebasan bagi rakyat Palestina. Aksi itu juga diarahkan langsung kepada pemerintah Jerman, yang dikecam karena tetap memberi dukungan (terutama persenjataan) kepada Israel, meski kejahatan terhadap warga sipil Palestina terus terdokumentasi.

Di bawah pengamanan ketat, aparat kepolisian Jerman membubarkan massa di Lapangan Leopold. Sedikitnya empat orang dilaporkan ditangkap dalam proses pembubaran tersebut.
Aksi serupa berlangsung di Paris. Ratusan demonstran memenuhi panggilan berbagai asosiasi dan organisasi masyarakat sipil untuk menyatakan solidaritas lintas bangsa. Selain Palestina, massa juga menyuarakan penolakan terhadap diskriminasi dan penindasan yang dialami rakyat Sudan dan Venezuela.
Para demonstran mengangkat spanduk bertuliskan seruan boikot terhadap Israel, sembari mengibarkan bendera Palestina dan Venezuela, sebuah pesan bahwa penderitaan akibat kekerasan negara tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu lanskap ketidakadilan global.
Kedua demonstrasi ini berlangsung di tengah pelanggaran harian Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang berlaku sejak Oktober 2025. Hingga kini, pelanggaran tersebut telah menyebabkan 576 warga Palestina Syahid, sementara Israel juga terus menghambat masuknya bantuan kemanusiaan sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan.
Sumber: Anadolu Agency










