Serangan udara kembali menghantam Gaza. Pada Ahad (5/4), empat warga Palestina syahid dan sejumlah lainnya terluka setelah penjajah Israel menggempur wilayah timur Kota Gaza. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah satu warga Palestina syahid dan tiga lainnya mengalami luka-luka dalam insiden terpisah.

Laporan Reuters, mengutip tim medis di lapangan, menyebutkan serangan udara tersebut menyasar sekelompok orang di Jalan Yafa, dekat kawasan Al-Daraj. Empat orang dilaporkan syahid di lokasi, sementara korban luka langsung dievakuasi dalam kondisi darurat.

Sementara itu, Anadolu Agency melaporkan, sejumlah korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Al-Ahli (Al-Ma’madani) di pusat Kota Gaza dan Rumah Sakit Al-Shifa di wilayah barat. Keduanya menerima korban dari serangan lain di kawasan Al-Tuffah.

Sejumlah saksi mata menyebut, pesawat nirawak Israel menargetkan kelompok aparat keamanan Palestina di sekitar Lapangan Al-Shawa, juga di kawasan Al-Tuffah. Serangan terjadi cepat, tanpa peringatan, di area yang masih dihuni warga sipil.

Tuntutan Hamas dan Mandeknya Negosiasi

Di tengah eskalasi yang terus berulang, jalur diplomasi belum menunjukkan titik terang. Sumber Reuters mengungkap, delegasi Hamas sebelumnya bertemu mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo untuk menyampaikan respons awal terhadap proposal perlucutan senjata.

Namun, Hamas menegaskan tidak akan membahas pelucutan senjata tanpa jaminan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza. Sikap ini merujuk pada kerangka yang diajukan dalam rencana yang disebut dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Gencatan Senjata yang Terus Dilanggar

Sehari sebelumnya, Sabtu, satu warga Palestina juga dilaporkan syahid dan tiga lainnya terluka akibat serangan drone yang menargetkan sebuah kendaraan di Gaza tengah. Di wilayah lain, tembakan dan serangan laut turut dilaporkan.

Kementerian Kesehatan mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober lalu, pelanggaran oleh militer Israel terjadi hampir setiap hari. Dampaknya, 713 warga Palestina syahid dan 1.943 lainnya terluka dalam periode tersebut.

Dalam dua tahun terakhir, sejak 7 Oktober 2023, agresi Israel yang didukung Amerika Serikat telah berkembang menjadi perang yang oleh banyak pihak disebut sebagai genosida. Data otoritas Palestina mencatat lebih dari 72 ribu warga Palestina syahid, sekitar 172 ribu lainnya terluka, serta kehancuran yang melanda sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here