Malam yang digambarkan sebagai yang paling berat sejak perang melanda Gaza, membawa angin kencang dan hujan lebat yang melanda kamp-kamp pengungsian. Ribuan keluarga kini menghadapi dingin yang menusuk tulang, sementara tenda-tenda mereka terendam air bahkan terbang diterjang badai, menciptakan krisis kemanusiaan yang tak kalah mengerikan dibanding masa perang.

Seorang pengungsi menggambarkan kepanikan mereka, “Malam ini lebih sulit dari hari-hari perang. Angin kencang dan hujan deras merendam tenda, orang-orang berteriak ‘Ya Allah’ sambil memegangi tenda agar tidak terbang atau menimpa kepala anak-anak mereka.”

Aktivis dan pengungsi mendokumentasikan kengerian ini di media sosial, memperlihatkan tenda terendam dan rumah rusak runtuh di atas mereka yang mencari perlindungan. Sebagian pengungsi bahkan meninggal akibat reruntuhan atau jatuh dari ketinggian ketika tenda mereka diterjang angin.

Sekitar 1,25 juta warga Gaza kini hidup dalam ketakutan menghadapi “gelombang cuaca ekstrim” yang datang setiap minggu atau dua minggu sekali. Hujan deras, angin yang merobohkan tenda, dan dingin menusuk menjadi bagian dari rutinitas yang mengerikan di tengah situasi pengungsian dan blokade yang panjang.

Bahkan mereka yang tinggal di rumah rusak tak aman: atap dan dinding yang rapuh bisa runtuh kapan saja, sementara tenda-tenda di halaman terbang menimpa penghuninya. Tanpa selimut, pemanas, atau perlindungan memadai, warga pengungsi berjuang melawan dingin setiap hari.

Seorang pengguna media sosial menulis, “Secara harfiah, kami duduk mati kedinginan, tenda sobek, tubuh lelah, tanpa pemanas, tanpa perlindungan, tanpa kehidupan.” Yang lain menambahkan: “Musim dingin Gaza memperparah tragedi pengungsian… tenda terbang, tubuh gemetar, nyawa pergi dalam diam.”

Aktivis memperingatkan bahwa kondisi ini bisa menambah jumlah korban, terutama anak-anak dan lansia, di tengah sistem kesehatan yang hancur dan respons kemanusiaan yang nyaris tidak ada.

Sumber: Media sosial warga Gaza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here