GAZA — Dua warga Palestina syahid dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan udara dan tembakan Israel yang menyasar sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Selasa (6/10). Informasi itu disampaikan sumber medis dan lokal Palestina.

Sumber di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan seorang warga Palestina syahid dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Kota Gaza.

Sementara itu, sumber medis dan lokal kepada kantor berita Palestina Wafa melaporkan seorang warga Palestina syahid dan seorang lainnya terluka dalam serangan pesawat nirawak Israel (drone) di dekat taman kota, kawasan pusat Kota Gaza.

Sejumlah warga Palestina lainnya juga terluka setelah sebuah sepeda menjadi sasaran serangan di Jalan Al-Wahda, bagian barat Kota Gaza.

Di lokasi lain, dua warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan penjajah Israel. Salah satunya ditembak di kawasan Al-Karamah, barat laut Kota Gaza. Satu lainnya terluka akibat tembakan dari kendaraan militer Israel di wilayah Bir 19, selatan Al-Mawasi, Khan Yunis, Gaza selatan.

Menurut Wafa, artileri penjajah Israel kembali menembaki sejumlah wilayah di bagian timur Kota Gaza. Pada saat yang sama, pasukan Israel terus menghancurkan rumah-rumah yang masih tersisa di sekitar persimpangan Al-Shuja’iyya dan kawasan timur lingkungan Al-Tuffah.

Warga Khan Yunis Meninggal akibat Luka

Di Khan Yunis, Rumah Sakit Nasser menyatakan seorang warga Palestina syahid setelah meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel yang menyasar kota tersebut pada Senin.

Rangkaian serangan itu berlangsung di tengah pelanggaran Israel yang terus terjadi terhadap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Senin, berbagai pelanggaran Israel terhadap kesepakatan tersebut telah menyebabkan 1.460 warga Palestina syahid dan 5.116 lainnya terluka.

Angka itu menunjukkan bahwa gencatan senjata tidak serta-merta menghentikan kekerasan di lapangan. Serangan, penembakan, dan penghancuran bangunan masih terus dilaporkan dari sejumlah wilayah Gaza.

Sejak genosida dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 74 ribu warga Palestina telah syahid dan lebih dari 175 ribu lainnya terluka di Jalur Gaza, berdasarkan data Palestina.

Di saat yang sama, sekitar 90 persen infrastruktur Gaza dilaporkan telah hancur, membuat kehidupan warga tetap berada dalam kondisi darurat meski gencatan senjata telah berlangsung.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here