Al-Quds – Eskalasi ketegangan kembali menyelimuti kompleks Masjid Al-Aqsa. Pada Selasa (28/4), ratusan pemukim Israel dilaporkan merangsek masuk ke area suci tersebut melalui Gerbang Mughrabi. Aksi ini dilakukan di bawah kawalan ketat pasukan keamanan Israel, yang memicu situasi panas di dalam kawasan masjid.

Berdasarkan data dari Departemen Wakaf Islam di Al-Quds, setidaknya 242 pemukim melakukan tur provokatif di area pelataran. Tak sekadar melintas, mereka juga menggelar ritual keagamaan di sisi timur masjid, sebuah tindakan yang dianggap melanggar status quo kawasan tersebut.

Kontras yang Menyesakkan

Pemandangan di lapangan menunjukkan kontradiksi yang tajam. Saat pemukim diberikan pengamanan penuh untuk berkeliling, akses bagi jemaah Muslim justru dipersulit. Polisi Israel menerapkan pembatasan ketat di pintu-pintu masuk, menyita identitas warga, hingga melakukan penggeledahan yang menghambat banyak orang untuk beribadah.

Lembaga Al-Quds Internasional mencatat bahwa fenomena ini bukan insiden tunggal, melainkan tren yang sengaja digenjot. Jika dulu kunjungan bersifat terbatas, kini telah bergeser menjadi aksi massal yang demonstratif. Pengibaran bendera hingga kehadiran pejabat resmi Israel di lokasi kini menjadi pemandangan yang makin jamak.

Rekor Baru dan Provokasi Politik

Sejak awal April 2026, intensitas serbuan ini terpantau melonjak drastis. Berikut adalah beberapa catatan krusial di lapangan:

  • Lonjakan Angka: Lebih dari 2.000 pemukim menyerbu Al-Aqsa hanya dalam bulan April ini saja.
  • Total Tahunan: Sepanjang 2026 hingga akhir Maret, tercatat 9.373 pemukim masuk secara paksa, ditambah 16.000 lainnya yang masuk dengan dalih kunjungan wisata.
  • Jalur Baru: Otoritas setempat bahkan membuka jalur serbuan baru yang memungkinkan kelompok pemukim mendekat ke area Dome of the Rock.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, juga terpantau kembali mendatangi Al-Aqsa pada 12 April lalu. Kehadiran tokoh sayap kanan ini dinilai banyak pihak sengaja dilakukan untuk menyulut kemarahan warga Palestina.

Ancaman di Hari Mendatang

Situasi diprediksi belum akan mereda. Di jagat maya, kelompok-kelompok radikal “Kuil” mulai menyebarkan seruan provokatif. Mereka mengajak massa untuk mengibarkan bendera Israel secara massal di dalam Al-Aqsa dalam peringatan yang mereka sebut sebagai “Hari Kemerdekaan”.

Langkah ini menyusul tindakan kontroversial sebelumnya pada Februari lalu, di mana otoritas Israel menutup total akses Masjid Al-Aqsa dengan dalih keamanan dan konflik dengan Iran. Dampaknya sangat membekas: untuk pertama kalinya sejak 1967, jemaah Muslim dilarang melaksanakan salat Idul Fitri di dalam masjid tersebut, sebuah luka mendalam bagi warga Palestina yang terus memicu gelombang kecaman internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here