Spirit of Aqsa- Pemukim Yahudi menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa, sementara pasukan Israel melancarkan kampanye penangkapan di beberapa kota di Tepi Barat yang diduduki.

Saksi mata melaporkan bahwa puluhan pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa secara berkelompok, melakukan tur provokatif di halamannya, dan melakukan ritual Talmud dengan perlindungan pasukan pendudukan.

Pasukan pendudukan juga memperketat prosedur di gerbang-gerbang Masjid Al-Aqsa di Kota Yerusalem.

Sejak 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa, meskipun ada penentangan berulang dari Dewan Wakaf Islam yang menyerukan penghentian serbuan ini.

Kampanye Penangkapan di Tepi Barat

Sementara itu, pasukan pendudukan menangkap tiga warga Palestina dari Kamp Ain Sultan dan Aqabat Jaber di Kota Jericho.

Direktur Klub Tahanan di Jericho dan Lembah Jordan, Eid Barahmeh, mengatakan kepada Kantor Berita Palestina (WAFA) bahwa pasukan pendudukan menyerbu Kota Jericho dan menangkap tiga pemuda, yakni mantan tahanan Shahir Abu Sharar dari Kamp Ain Sultan, Abdullah Wahdan dari Kamp Aqabat Jaber, dan Umar Abu Husein dari Kamp Ain Sultan, yang merupakan saudara dari tahanan lainnya di penjara Israel.

Pasukan pendudukan juga menggeledah beberapa rumah di kamp tersebut dan merusak isinya.

Di Nablus, pasukan pendudukan Israel menangkap seorang pemuda dari Desa Rujeib, sebelah timur kota tersebut.

Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa pasukan pendudukan menyerbu Desa Rujeib, menggeledah beberapa rumah, dan menangkap Muhammad Abu Huwaileh setelah menggerebek rumahnya.

Di Tulkarm, pasukan pendudukan Israel menangkap dua warga dari Kota Qaffin, sebelah utara Tepi Barat. Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa pasukan pendudukan menangkap Mahdi Amarna dan Basel Biqawi setelah menggerebek rumah mereka di kota tersebut.

Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat

Seiring dengan genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina di Gaza, tentara pendudukan Israel dan para pemukim memperluas serangan mereka di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Serangan ini telah menyebabkan syahidnya 813 warga Palestina, melukai sekitar 6.450 orang, dan menangkap lebih dari 12 ribu orang sejak 7 Oktober 2023.

Israel terus melanjutkan pembantaian, mengabaikan dua surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional pada 21 November lalu terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Galant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap warga Palestina di Gaza.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here