Gaza — Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan, kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk dan berada pada titik kritis. Lebih dari satu juta warga di wilayah itu membutuhkan dukungan darurat untuk tempat tinggal, menyusul kerusakan luas pada kawasan hunian dan keterbatasan sumber daya yang parah.

“Lebih dari satu juta warga di Gaza membutuhkan dukungan darurat untuk tempat tinggal, menyusul kerusakan luas pada kawasan hunian dan keterbatasan sumber daya yang parah,” ujar OCHA, menegaskan urgensi krisis yang terus memburuk.

OCHA menekankan pentingnya solusi berkelanjutan, termasuk perbaikan rumah yang rusak, penyediaan tempat pemanasan kolektif, serta peralatan untuk membersihkan reruntuhan. Selama pekan lalu, PBB dan mitra kemanusiaannya berhasil menjangkau lebih dari 7.500 keluarga dengan distribusi tenda, pelapis plastik, alas tidur, selimut, dan pakaian musim dingin bagi sekitar 1.400 anak.

Lebih dari itu, OCHA mencatat, PBB dan mitra menyediakan roti setiap hari bagi sekitar 43% warga Gaza, baik gratis maupun dengan harga sangat terjangkau, serta distribusi bulanan tepung gandum yang tahun ini telah menjangkau sekitar 1,2 juta orang.

Bantuan tambahan berupa tunai dan barang juga diberikan kepada lebih dari 2.300 keluarga untuk menghadapi musim dingin, termasuk layanan kesehatan mental dan dukungan sosial bagi ratusan warga.

Sejak 7 Oktober 2023, pasukan pendudukan Israel, dengan dukungan Amerika dan Eropa, melancarkan operasi yang menurut laporan PBB menyerupai genosida, meliputi pembunuhan, kelaparan, pengusiran, penahanan, dan perusakan infrastruktur sipil.

Dampaknya: lebih dari 243 ribu warga Palestina tewas atau terluka, sebagian besar anak-anak dan perempuan, lebih dari 11 ribu hilang, ratusan ribu mengungsi, dan kelaparan yang menewaskan banyak korban. Sebagian besar kota dan wilayah Gaza kini hancur total, menghilang dari peta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here