Pakar militer dan strategi, Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi, menilai bahwa tentara Israel berusaha membagi Jalur Gaza menjadi lima bagian, sambil menghindari masuk ke wilayah permukiman. Hal ini dilakukan untuk mencegah pertempuran langsung dengan pejuang Palestina.

Menurutnya, strategi militer Israel saat ini berbeda secara fundamental dari sebelumnya. Tentara Israel berusaha menghindari masuk ke daerah padat penduduk sebanyak mungkin dan lebih fokus pada area seperti poros Nitsarim, lokasi “Kisufim,” wilayah utara Beit Lahia dan Beit Hanoun, pagar perbatasan timur, serta poros Philadelphia.

Dalam analisisnya mengenai situasi militer di Gaza, Duwayri menjelaskan bahwa Israel saat ini menguasai daerah luar Gaza dengan dua koridor utama di dalamnya, sambil menghindari masuk ke jantung permukiman seperti Shujaiya dan Jabalia.

Hal ini mempertimbangkan pengalaman pertempuran sebelumnya dengan pejuang Palestina sebelum kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan.

Selain itu, kekuatan pejuang Palestina yang diperlihatkan saat menyerahkan tawanan Israel juga menjadi faktor pertimbangan.

Israel Ingin Tekanan Maksimal dengan Korban Minimal

Duwayri menambahkan bahwa tentara Israel kini berusaha meraih pencapaian militer dengan jumlah korban seminimal mungkin, sambil memperketat blokade Gaza guna menekan Hamas agar mau bernegosiasi.

Situs berita Axios mengutip pernyataan seorang pejabat Israel yang mengatakan bahwa dalam dua hingga tiga minggu ke depan, Israel akan memperluas operasi daratnya untuk menduduki 25% wilayah Gaza.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi tekanan maksimal untuk memaksa Hamas membebaskan lebih banyak tawanan Israel.

Pejuang Palestina Gunakan Perang Jarak Dekat

Terkait pengumuman Brigade Al-Qassam—sayap militer Hamas—yang melaporkan serangan pertamanya sejak Israel kembali menyerang Gaza, Duwayri menyebut bahwa kekuatan utama pejuang Palestina terletak pada pertempuran jarak dekat. Ia menjelaskan bahwa jangkauan maksimal senjata mereka, seperti roket Yassin, Tandem, dan TBG, hanya sekitar 130 meter.

Brigade Al-Qassam sebelumnya mengumumkan bahwa pejuangnya telah meledakkan tank Israel dengan bom di dekat garis pemisah dan menembaki lokasi tersebut dengan mortir di timur Khan Younis, Gaza selatan.

Blokade dan Serangan Brutal Israel

Pemerintah Israel telah menutup semua perbatasan Gaza, mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan makanan bagi lebih dari dua juta warga Palestina.

Selain itu, Israel meningkatkan serangan di daerah perbatasan sebelum akhirnya melancarkan serangan mendadak yang menghancurkan puluhan rumah, menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here