Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, pada Rabu (2/4) mengumumkan perluasan operasi militer di Rafah, selatan Jalur Gaza. Sementara itu, Al Jazeera melaporkan, 21 warga Palestina syahid akibat serangan Israel di wilayah tengah dan selatan Gaza.

Menurut laporan koresponden Al Jazeera, helikopter Israel terus menembaki wilayah Khan Younis dan Rafah. Puluhan keluarga yang terjebak di daerah Kherbet Al-Adas, utara Rafah, mendesak komunitas internasional untuk mengevakuasi mereka.

Katz menyatakan bahwa Israel berencana menguasai wilayah luas di Gaza dan memasukkannya ke dalam zona keamanan Israel. Ia juga mengklaim bahwa akan ada evakuasi besar-besaran warga dari zona pertempuran.

Katz menyerukan kepada warga Gaza untuk menyingkirkan Hamas dan membebaskan tawanan Israel, yang menurutnya adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, Radio Militer Israel melaporkan bahwa dalam tahap awal operasi darat di Rafah ini, pasukan yang dikerahkan adalah Divisi Lapis Baja 36. Brigade Golani, yang sebelumnya bertugas di perbatasan utara selama lebih dari setahun, kini kembali ke Gaza untuk operasi ini.

Radio Militer Israel juga menyebut bahwa Divisi 36 telah bergerak ke selatan sekitar 10 hari lalu dan mulai mempersiapkan operasi darat yang kini telah dimulai.

Protes Keluarga Tawanan Israel

Di sisi lain, Asosiasi Keluarga Tawanan Israel di Gaza mengkritik langkah pemerintah Israel yang justru menambah jumlah pasukan di Gaza alih-alih mengupayakan kesepakatan pertukaran tawanan.

Mereka menyatakan kekecewaan dan ketakutan ketika Menteri Pertahanan mengumumkan perluasan operasi militer. Keluarga para tawanan merasa bahwa pembebasan orang-orang yang mereka cintai kini menjadi prioritas sekunder.

Asosiasi tersebut menuntut Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Kepala Staf Militer untuk menjelaskan bagaimana operasi militer ini dapat membantu membebaskan tawanan tanpa membahayakan mereka.

Serangan Brutal di Gaza

Sejak Rabu dini hari, pasukan pendudukan melancarkan serangan udara dan artileri berat ke wilayah selatan dan tengah Gaza, mengakibatkan puluhan warga Palestina syahid dan terluka, termasuk anak-anak dan perempuan.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa 12 warga Palestina syahid dan lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di pusat Khan Younis. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan besar pada bangunan di sekitarnya.

Tiga warga Palestina lainnya syahid dalam serangan udara Israel di lahan pertanian di timur laut Rafah. Tim medis berhasil mengevakuasi jasad para syuhada dan membawanya ke Rumah Sakit Gaza Eropa di Khan Younis.

Pasukan Israel juga memerintahkan seluruh penduduk Rafah untuk mengosongkan wilayah mereka.Selain itu, jet tempur Israel membombardir Masjid Indonesia yang telah hancur di kawasan Ma’an, timur Khan Younis.

Di Kamp Nuseirat, tengah Gaza, serangan udara Israel menargetkan sebuah rumah, menewaskan dua warga Palestina dan melukai beberapa lainnya.

Sebuah tenda pengungsi di Deir Al-Balah juga menjadi sasaran serangan udara, menewaskan satu warga Palestina dan melukai beberapa lainnya.

Di utara Gaza, artileri Israel kembali menembaki Beit Lahia dan Beit Hanoun, bersamaan dengan serangan di lingkungan Al-Zeitoun, selatan Kota Gaza.

Kekejaman Berlanjut

Selama dua minggu terakhir, pasukan pendudukan terus melakukan operasi militer di wilayah barat Beit Lahia. Mereka menggusur lahan secara masif dan menembaki tenda-tenda warga.

Di saat yang sama, helikopter Israel menembaki warga di wilayah timur Kota Gaza yang tengah mencari kayu bakar dan air.

Sejak Israel melanjutkan genosida di Gaza pada 18 Maret lalu, sebanyak 1.042 warga Palestina telah syahid dan 2.542 lainnya terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza.

Dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan lebih dari 164 ribu warga Palestina syahid dan terluka, sebagian besar anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 11 ribu orang hilang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here