Ibunda As’ad Aras Muhammad, Rabiah (60), mengaku gelisah saat menyaksikan gerombolan tentara Israel membajak aramda Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Internasional, sekitar 100 NM dari Jalur Gaza. Kendati begitu, ia mengaku bangga dan bersyukur karena memiliki seorang anak yang mau berjuang demi umat Islam.

“Saya dari kemarin sangat gelisah dan sudah ada firasat bahwa ada masalah yang terjadi. Di lain sisi saya bangga, kami bersyukur punya putra yang berjuang demi umat ini,” ujar Rabia dalam sebuah wawancara dengan wartawan Tribun di Sinjai, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5).

Rabia menceritakan, As’ad sudah meminta izin dan restu sebelum berangkat ke Turkiye awal Mei 2026 lalu. As’ad menceritakan segala kemungkinan yang akan terjadi, belajar dari misi-misi serupa sebelumnya.

“Mereka (para relawan GSF) sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Saya dari kemarin sangat gelisah dan sudah ada firasat bahwa ada masalah yang terjadi,” ujarnya.

Kendati begitu, dia meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah untuk membebaskan para relawan yang saat diculik..

“Harapan saya agar pemerintah segera ambil tindakan dan solusi terbaik agar para relawan ini segera dibebaskan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here