PALESTINA 48 – Penulis Israel Gideon Levy menilai keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri bantuan militer tahunan untuk Israel, ditambah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu, berpotensi menjadi titik balik bagi Israel. Perubahan tersebut, menurut dia, dapat memaksa Israel mengurangi ketergantungannya pada kekuatan militer.
Dalam artikel berjudul “Kiamat Datang Lebih Cepat dan Mungkin Itu Baik bagi Israel” di surat kabar Haaretz, Levy menyebut dua perkembangan tersebut sebagai “berita harapan dan kebaikan” yang telah lama dinantikan.
Levy berharap Trump benar-benar menepati keputusannya. Ia juga berharap mayoritas baru Partai Demokrat di Kongres AS memastikan kebijakan tersebut terlaksana.
Menghambat ambisi militer Israel
Levy membuka artikelnya dengan mengutip puisi Yehuda Amichai berjudul “Semacam Akhir Dunia”, yang menggambarkan pertukaran absurd antara alat perang dan alat pembangunan.
“Mereka akan mengubah pedang menjadi mata bajak, lalu mata bajak menjadi pedang, dan begitu seterusnya.”
Kutipan tersebut digunakan Levy untuk menggambarkan siklus militer Israel yang terus berulang. Menurut dia, penghentian bantuan militer AS dan kemenangan Demokrat dapat menjadi rem bagi ekspansi militer Israel yang selama ini ditopang dukungan Washington.
Levy menilai bantuan Amerika selama ini memungkinkan Israel terus menjalankan operasi militer dan memperluas wilayah kekuasaannya. Jika dukungan itu dihentikan, Israel akan dipaksa mengurangi berbagai aktivitas militernya.
Ia menyebut penghentian bantuan akan memaksa Israel membatasi aktivitas yang bersifat “ofensif, agresif, ekspansionis, genosidal, dan kolonisasi permukiman”, termasuk operasi militer yang lebih banyak bersifat demonstratif ketimbang menghasilkan manfaat keamanan nyata.
Levy mencontohkan operasi militer Israel di Hebron yang berlangsung selama 11 hari. Operasi itu melibatkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengosongkan tiga kawasan permukiman, tetapi hanya menemukan empat senapan, berdasarkan pengumuman militer Israel sendiri.
Bagi Levy, operasi tersebut menunjukkan bagaimana kekuatan militer dikerahkan secara besar-besaran untuk hasil yang dinilai tidak sebanding.
“Jalan menuju pemulihan”
Levy menggambarkan dilema Israel ke depan sebagai pilihan antara membiayai sistem pencegat rudal atau mempertahankan operasi militer yang menurutnya tidak masuk akal.
Ia menilai sumber daya Israel mungkin tidak lagi cukup untuk mempertahankan kehadiran militernya di Gaza dan Lebanon selatan, sekaligus memberikan perlindungan kepada para pemukim ketika mereka melakukan serangan terhadap warga Palestina.
Dampak perubahan politik di Amerika Serikat, menurut Levy, tidak hanya akan dirasakan di sektor militer. Pergeseran kekuatan di Kongres juga berpotensi mengurangi perlindungan diplomatik Washington terhadap Israel.
Dengan berkurangnya dukungan tersebut, kemampuan Israel untuk melancarkan perang dan menduduki wilayah baru diperkirakan ikut menyusut.
Levy menutup artikelnya dengan menyatakan Israel pada akhirnya akan dipaksa kembali ke “dimensi alaminya”. Dukungan Amerika yang selama ini memungkinkan Israel memperluas wilayah dan melakukan penghancuran, menurut dia, mulai mengalami kemunduran.
Ia menilai perubahan itu bukan ancaman bagi Israel, melainkan kesempatan untuk memperbaiki arah. “Ini adalah satu-satunya jalan menuju pemulihan,” tulis Levy.
Sumber: Haaretz.










