PALESTINA 48— Jurnalis Palestina Mohammad Arab tidak lagi mengenali raut wajahnya sendiri seperti sebelum ditangkap. Dalam sebuah persidangan di Mahkamah Agung Israel, foto pertama Mohammad Arab dari dalam penjara akhirnya terpublikasi dan memicu keprihatinan luas. Muka yang berubah drastis menjadi saksi bisu atas penderitaan dan penahanan tanpa pengadilan selama lebih dari dua tahun.

Mohammad Arab ditangkap oleh pasukan Israel pada Maret 2024 saat bertugas meliput penyerbuan kedua di Kompleks Medis Al-Shifa, Kota Gaza. Sejak saat itu, ia diisolasi dari keluarga, kamera, dan dunia jurnalistiknya.

Pertama Kali Dihadapkan ke Mahkamah Agung via Videokonferensi

Kasus Mohammad Arab kini mencapai tingkat peradilan tertinggi di Israel setelah tim pengacaranya mengajukan banding atas penahanan berkepanjangan tanpa proses peradilan yang adil (trial without charge).

  • Dasar Penahanan: Otoritas Israel menahannya menggunakan undang-undang “Unlawful Combatants” (Mantan/Prajurit Ilegal), yang mengizinkan penahanan warga Palestina untuk jangka waktu tak terbatas berdasarkan berkas intelijen rahasia yang tidak dapat diakses oleh tahanan maupun kuasa hukumnya.
  • Persidangan Virtual dari Penjara Negev: Arab tidak dihadirkan secara fisik di ruang sidang Mahkamah Agung di Yerusalem, melainkan menyapa hakim melalui layar monitor kecil via sambungan videokonferensi dari Penjara Negev.
  • Prosedur Sebelumnya: Sebelum banding ini bergulir ke Mahkamah Agung, permohonan perpanjangan masa penahanannya ditangani secara berkala oleh Pengadilan Distrik Beersheba.

“Saya Rindu Melihat Wajah Sendiri di Cermin”

Foto Arab yang beredar luas di media sosial memperlihatkan perubahan fisik yang sangat tajam. Pengacara spesialis isu tahanan Palestina, Khalid Mahajneh, mengonfirmasi kondisi terkini kliennya tersebut.

“Sejak dua tahun lebih saya mengawal kasusnya, setiap kali melihatnya saya selalu mencatat ada perubahan baru pada raut wajahnya. Namun, di balik semua kelelahan fisik ini, semangatnya tetap sangat tinggi,” ungkap Khalid Mahajneh saat mengunggah foto perbandingan Arab sebelum dan sesudah ditangkap.

Mahajneh juga mengenang percakapan pilu bersama Mohammad Arab dari balik sel, di mana jurnalis tersebut sempat bertanya: “Saya rindu melihat wajah saya di cermin. Bisakah Anda menggambarkan seperti apa rupa wajah saya sekarang?”, menggambarkan betapa ia dirampas dari hak-hak dasar paling sederhana sekalipun selama masa tahanan.

Gelombang Gelisah Rekan Sejawat dan Aktivis

Publikasi foto tersebut memicu simpati dan kemarahan di kalangan jurnalis serta aktivis Palestina yang mengaitkan kondisi Arab dengan penderitaan para tahanan di fasilitas penahanan Israel seperti Sde Teiman.

  • Saksi Bisu Sde Teiman: Jurnalis Mahmoud Alikwa mengenang momen saat ia melihat Arab satu bulan pasca-penangkapan di kamp Sde Teiman: “Wajah Abu Khalid sudah cukup menggambarkan betapa mengerikannya penderitaan para tahanan di penjara-penjara Israel.”
  • Seruan Penindakan: Para wartawan menilai wajah Mohammad Arab merefleksikan tindak kekerasan, intimidasi, dan pengabaian medis yang dialami puluhan insan pers Palestina yang saat ini mendekam di balik jeruji besi Israel.

Di akhir persidangan virtual tersebut, meski raut fisiknya telah banyak berubah, Mohammad Arab mengutip pesan singkat penuh kerinduan untuk keluarganya, sembari menantikan hari di mana ia bisa kembali memeluk mereka dan memegang kameranya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here