YUNANI – Setelah sempat tertahan akibat cuaca buruk dan ombak tinggi di perairan Yunani (Greece), kapal kemanusiaan Kasir-i Sadabad yang tergabung dalam aramada Global Sumud Flotilla (GSF) kini dilaporkan telah kembali bertolak untuk melanjutkan misinya pada Sabtu sore (16/5). Kapal yang membawa para aktivis internasional ini kembali berlayar membelah Laut Mediterania bersama sejumlah kapal lainnya dalam iring-iringan armada kemanusiaan untuk menembus blokade Gaza.

Aktivis dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), As’ad Aras Muhammad, mengonfirmasi langsung dari atas dek kapal bahwa kondisi cuaca saat ini sudah memungkinkan armada untuk melanjutkan navigasi.

“Ya, bismillah. Saat ini kapal Kasir-i Sadabad telah mulai melanjutkan pelayaran kembali bersama kapal-kapal lainnya yang bersandar di Greece hari ini,” ujar As’ad melalui laporan visual terbarunya.

Menuju Titik Kumpul di Antalya

Berdasarkan rute yang telah direncanakan, kapal Kasir-i Sadabad malam ini akan menempuh perjalanan laut yang cukup panjang untuk mengejar ketertinggalan jadwal akibat badai sebelumnya.

  • Durasi Pelayaran: Sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan terhitung sejak malam ini hingga esok hari.
  • Destinasi Berikutnya: Pelabuhan Antalya, Turki.

As’ad menjelaskan bahwa Antalya akan menjadi titik krusial bagi kelanjutan misi ini. Di kota pelabuhan tersebut, seluruh kekuatan dari koalisi kemanusiaan akan dilebur menjadi satu kesatuan yang solid.

“Dan besok semua armada KSF (Freedom Flotilla) akan berkumpul di Antalya. Di sana, sekitar 4 sampai 5 kapal akan bersatu untuk misi utama menembus blokade Gaza,” tambah As’ad.

Seruan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina

Misi pelayaran yang sempat terhambat faktor alam ini tidak menyurutkan moral para relawan. Sebaliknya, momen keberangkatan kembali ini justru memicu gelombang optimisme baru di antara para aktivis yang berkomitmen membawa bantuan logistik dan medis ke Jalur Gaza.

Di akhir laporannya, As’ad mewakili relawan Indonesia dan internasional menitipkan pesan mendalam kepada masyarakat dunia agar terus mengawal pergerakan kapal kemanusiaan ini hingga sampai ke tujuan akhir.

“Mohon doa dan pantauan terus KSF. Suara-suara akan terus (menyuarakan) kemerdekaan Palestina dan kemerdekaan Masjidil Aqsa. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here