​PALESTINA 48— Penerbangan maskapai Ethiopian Airlines tujuan wilayah Palestina 48 yang kini dijajah Israel mendadak putar balik pada ke Senin (12/10). Keputusan mendadak karena otoritas keamanan Israel melarang pilot warga negara Indonesia (WNI) masuk ke wilayah Palestina 48. Pilot berstatus WNI itu teridentifikasi setelah lepas landas dari Ethiopia.

​Laporan dari N12 News menyebutkan, insiden tersebut dipicu oleh absennya hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia. Sebagai negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia, WNI tidak diizinkan memasuki wilayah Palestina 48 karena klaim pertimbangan risiko keamanan Israel.

​Sistem pengawasan aparat keamanan dan petugas Bandara Ben Gurion mengidentifikasi kewarganegaraan sang pilot saat armada Ethiopian Airlines tersebut masih melayang di ruang udara Ethiopia. Mereka langsung mengeluarkan instruksi, pesawat harus segera balik kanan.

​Setelah mendarat kembali di Ethiopia, pihak maskapai langsung mengganti pilot WNI tersebut dengan kru lain. Pesawat kemudian lepas landas ulang dan akhirnya mendarat di wilayah Palestina 48 tanpa kendala berarti. Manajemen Ethiopian Airlines mengaku tidak menyadari adanya larangan terbang bagi pilot asal Indonesia menuju wilayah udara Israel.

​Langkah drastis ini menggarisbawahi pengetatan prosedur keamanan penerbangan yang diberlakukan Israel pascainsiden percobaan pembajakan pesawat komersial flydubai rute Dubai–Tel Aviv beberapa waktu lalu. Sejak peristiwa mencekam itu, Tel Aviv menutup rapat pintu masuk bagi seluruh pilot dan awak pesawat dari negara-negara yang tidak memiliki ikatan diplomatik resmi dengannya.

​Kebijakan ketat ini sekaligus menyingkap celah keamanan yang sempat luput. Pekan lalu, N12 News membeberkan fakta mengejutkan dari Subkomite Intelijen pada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset. Laporan itu mengungkap bahwa lebih dari 1.200 awak pesawat dari negara-negara non-diplomatik (termasuk dari negara rival seperti Iran) diduga telah masuk ke wilayah Israel dalam beberapa waktu terakhir.

​Temuan data intelijen dalam rapat tertutup komite tersebut dilaporkan membuat jajaran perwakilan Kementerian Transportasi Israel terkejut. Kejadian yang menimpa penerbangan Ethiopian Airlines ini seolah menjadi bukti lapangan bahwa otoritas keamanan Israel kini mulai menyisir dan memperketat pengawasan di setiap pintu masuk udara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here