KAIRO — Dinamika politik dan diplomasi terkait masa depan Jalur Gaza kian intensif di Kairo, Mesir. Ketua Kantor Politik Hamas Khalil al-Hayya menggelar serangkaian pertemuan penting, mulai dari pimpinan Arus Nasional Demokratik Faksi Fatah yang dipimpin Mohammad Dahlan, hingga konsolidasi bersama pimpinan faksi-faksi perlawanan Palestina.
Pertemuan tersebut mengemuka tepat setelah pertemuan berlanjut antara delegasi Hamas dengan Utusan Khusus Amerika Serikat Jared Kushner serta Perwakilan Tinggi Board of Peace (BoP) Nickolay Mladenov di Kairo.
Konsolidasi Hamas-Dahlan: Penataan “Rumah Palestina”
Dalam pertemuan resmi antara delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya dan delegasi Fatah arus Dahlan, kedua pihak membahas perkembangan negosiasi terbaru serta peta jalan (roadmap) pelaksanaan Fase Kedua kesepakatan penghentian tembak-menembak di Gaza.
Beberapa poin krusial yang disepakati meliputi:
- Sinergi Diplomasi: Menggalang seluruh upaya internasional demi menekan dan memaksa Israel mematuhi seluruh kesepakatan yang telah disetujui.
- Reformasi Politik Palestina: Menata ulang struktur politik internal Palestina (Palestinian House) berdasarkan prinsip kemitraan inklusif, demokrasi, dan mengakhiri monopoli pengambilan keputusan nasional.
- Strategi Nasional Bersama: Merumuskan strategi komprehensif untuk menghadapi tantangan geopolitik saat ini dan memperjuangkan aspirasi rakyat Palestina.
Faksi-Faksi Palestina Tuding Israel Hambat Perjanjian
Usai menemui Dahlan, Khalil al-Hayya mengumpulkan para pemimpin dan perwakilan faksi-faksi Palestina untuk memaparkan hasil dialog dengan para mediator (Mesir, Qatar, Turki) dan pihak AS.
Para pimpinan faksi secara tegas menyalahkan Israel atas stagnasi pelaksanaan kesepakatan:
“Pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas penundaan ini melalui sikap penolakannya terhadap peta jalan Fase Kedua, pengingkaran terhadap kesepahaman Fase Pertama, serta pelanggaran militer yang terus berlangsung setiap hari,” tegas pernyataan bersama faksi Palestina.
Faksi-faksi mengulang kembali komitmen mereka untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional demi menjamin hak penentuan nasib sendiri dan pendirian negara Palestina yang merdeka beribu kota di Yerusalem (Al-Quds).
Bocoran Pertemuan dengan Kushner: Syarat Pelucutan Senjata
Sumber diplomatik Palestina mengungkapkan detail pembahasan antara Hamas dan utusan AS, Jared Kushner, sebelum Kushner bertolak ke Tel Aviv untuk menemui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
- Laporan Pelanggaran: Hamas membeberkan bukti-bukti pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel dan menegaskan menolak setiap formulasi baru yang tidak menjamin persetujuan mengikat dari pihak Israel.
- Sikap Presiden Donald Trump: Kushner menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump berkomitmen melanjutkan rencananya untuk Gaza dan secara tegas menolak skenario deportasi massal/pengusiran warga Gaza.
- Syarat Pelucutan Senjata: Kushner menyampaikan bahwa Washington memandang pelucutan senjata faksi-faksi perlawanan sebagai “langkah krusial awal” sebelum tahap rekonstruksi atau penarikan pasukan Israel dapat dieksekusi.
- Peringatan Soal Pemilu Israel: Kushner menasihati Hamas agar tidak menggantungkan harapan pada hasil pemilu Israel mendatang, karena spektrum politik Israel memiliki posisi yang relatif seragam terkait Gaza.
Sementara itu, PM Benjamin Netanyahu menegaskan kembali penolakannya terhadap peta jalan tersebut dan menuntut pelucutan senjata total Hamas sebagai syarat mutlak sebelum adanya penarikan mundur pasukan Israel dari Jalur Gaza.










