GAZA — Kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza kembali terbukti hanya menjadi komitmen di atas kertas bagi militer Israel. Pada Senin pagi, seorang warga sipil perempuan dilaporkan gugur setelah pasukan penjajah Israel membombardir wilayah pemukiman di Kota Al-Zawaida, wilayah tengah Jalur Gaza. Insiden ini memperpanjang daftar panjang pelanggaran sepihak yang terus dilakukan oleh Tel Aviv sejak kesepakatan penghentian agresi dimulai.
Pihak otoritas medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi identitas korban jiwa tersebut sebagai Nadia Kamal Ayyash. Nadia mengembuskan napas terakhirnya setelah artileri Israel menghantam area tepat di samping rumah tinggalnya di kota tersebut.
Tak berhenti di situ, rentetan tembakan dari kendaraan tempur baja Israel juga dilaporkan menyalak di wilayah timur Khan Younis, yang bergerak selaras dengan dentuman artileri berat yang tak kunjung reda di kawasan perbatasan.
Membongkar Taktik Perluasan “Zona Kuning”
Di lapangan, pergerakan militer Israel mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk memperluas ruang kendali mereka. Pasukan pendudukan dilaporkan terus memperluas area yang mereka klaim sebagai “Zona Kuning” (Yellow Zone). Langkah ini dilakukan secara fisik dengan menggeser pembatas beton (concrete blocks) jauh merangsek ke arah barat Kota Khan Younis, mengikis sisa-sika ruang aman bagi warga sipil Palestina.
Aksi brutal ini merupakan kelanjutan dari eskalasi hari sebelumnya. Pada hari Minggu, sedikitnya sembilan warga Palestina gugur syahid akibat serangkaian serangan sporadis yang dilancarkan pasukan Israel di beberapa titik terpisah di Jalur Gaza.
Hingga saat ini, militer Israel secara kasat mata terus merobek kesepakatan penghentian tembakan. Pola pelanggaran dilakukan secara masif mulai dari bombardir udara, dentuman meriam yang diarahkan ke titik-titik konsentrasi pengungsi, hingga operasi bumi hangus (scorched-earth) berupa peledakan gedung-gedung di sepanjang jalur demarkasi yang mereka sebut “Garis Kuning”. Semua ini berjalan beriringan dengan pengetatan blokade terhadap arus keluar-masuk barang, bantuan kemanusiaan, serta akses evakuasi medis ke luar negeri.
Kalkulasi Angka Korban yang Kian Mengerikan
Berdasarkan data statistik terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah warga yang gugur khusus sejak dimulainya kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober lalu kini telah melonjak tajam menyentuh angka 995 jiwa.
Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 3.138 warga mengalami luka-luka, ditambah dengan 783 kasus evakuasi jenazah yang baru berhasil diangkat dari balik puing-puing bangunan selama periode “damai” ini.
Jika diakumulasikan sejak titik awal agresi pada 7 Oktober 2023, total korban akibat kebrutalan Israel di Jalur Gaza kini telah menembus angka yang sangat mengerikan:
- 73.005 warga gugur syahid
- 173.246 warga terluka
Statistik berdarah ini menjadi bukti tak terbantahkan mengenai betapa mahalnya harga kemanusiaan yang harus dibayar oleh bangsa Palestina akibat agresi dan ambisi pendudukan Israel yang terus dipelihara di Jalur Gaza.
Sumber: Palestinian Information Center










