Tak lama setelah pertemuan tertutup antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, militer Israel mengumumkan latihan militer di Eilat, kota pelabuhan yang menghadap Laut Merah. Latihan digelar Kamis pagi waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Pengumuman itu disampaikan melalui pernyataan resmi di platform X, hanya beberapa jam setelah pertemuan Netanyahu–Trump berakhir. Militer menyebut latihan akan melibatkan pergerakan intensif pasukan keamanan, unit darurat, tim penyelamat, serta kapal-kapal di kawasan tersebut. Otoritas Israel menegaskan tidak ada ancaman keamanan khusus, dan warga akan diberi tahu jika terjadi insiden.

Namun momentum pengumuman ini sulit dilepaskan dari konteks politik dan keamanan regional. Menurut media Israel, pertemuan Netanyahu dan Trump berlangsung hampir tiga jam. Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menyebut pembahasan mencakup negosiasi dengan Iran, situasi Gaza, dan dinamika kawasan.

Trump sebelumnya mengatakan belum ada keputusan final terkait Iran, selain kesepakatan untuk melanjutkan perundingan. Pekan lalu, Washington dan Teheran menggelar pembicaraan tidak langsung di Muscat, Oman. Trump menyebutnya “baik”, meski di saat bersamaan Amerika Serikat meningkatkan pengerahan militernya di kawasan.

Teheran menilai Washington dan Tel Aviv sedang membangun dalih untuk intervensi militer dan perubahan rezim. Pemerintah Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan, bahkan yang berskala terbatas. Iran tetap menuntut pencabutan sanksi ekonomi sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Isu pengayaan uranium menjadi titik sengketa utama. Iran bersedia membatasi program nuklirnya selama sanksi dicabut, sementara Amerika Serikat menuntut penghentian total pengayaan uranium serta pemindahan stok uranium berkadar tinggi ke luar negeri. Washington juga berupaya memasukkan program rudal Iran dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata regional ke meja perundingan, agenda yang berulang kali ditolak Teheran.

Di tengah tarik-ulur diplomasi dan ancaman militer ini, latihan di Eilat mengirimkan sinyal yang sulit diabaikan. Ia bukan sekadar manuver rutin, melainkan pesan strategis: ketika negosiasi belum mencapai titik temu, opsi militer tetap dipertahankan di atas meja.

Sumber: Anadolu Agency, Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here