RAMALLAH — Pasukan pendudukan Israel memberlakukan pengepungan ketat terhadap Kota Ramallah dan Kota Birzeit di Tepi Barat yang diduduki, Ahad (4/1/2026), menyusul laporan insiden tabrakan kendaraan di dekat permukiman ilegal “Atiret”, sebelah utara Ramallah. Langkah ini disertai penutupan jalan dan pendirian pos pemeriksaan di sejumlah titik vital.

Militer Israel menyatakan tengah melakukan penyisiran intensif untuk memburu pihak yang dicurigai terlibat dalam insiden tersebut, seraya mengklaim masih menyelidiki detail kejadian. Radio militer Israel melaporkan sebuah kendaraan berpelat Palestina menabrak seseorang di sekitar permukiman Atiret sebelum meninggalkan lokasi, menyebabkan satu orang terluka ringan.

Media Israel, termasuk Channel 12 dan harian Yedioth Ahronoth, menyebut pasukan Israel segera mengejar kendaraan yang diduga terlibat, mendirikan blokade, serta melakukan penggeledahan di kawasan sekitar Rawabi. Sementara itu, Kantor Berita Palestina (WAFA) melaporkan pengetatan signifikan di sekitar Ramallah dan Al-Bireh, dengan penutupan hampir seluruh pos pemeriksaan dan akses masuk ke sejumlah desa di wilayah tersebut.

Sumber-sumber keamanan Palestina juga menyebutkan pasukan pendudukan menggerebek Birzeit dan menyebar di berbagai sudut kota, meski hingga kini tidak dilaporkan adanya penangkapan.

Hamas Sambut Aksi Perlawanan

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyambut insiden tersebut sebagai “aksi perlawanan heroik” di utara Ramallah. Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa aksi itu merupakan respons atas kebijakan pembunuhan, penindasan, dan pengusiran yang terus dilakukan pendudukan Israel, di tengah meningkatnya kejahatan dan serangan sistematis para pemukim di Tepi Barat.

Hamas menegaskan bahwa perlawanan (dalam segala bentuknya) tetap menjadi jalan untuk menghadapi proyek pendudukan. Gerakan ini menyerukan rakyat Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds Timur untuk meningkatkan eskalasi konfrontasi secara menyeluruh.

Perkembangan ini terjadi di tengah lonjakan agresi pasukan Israel dan serangan pemukim di Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur, sejak pecahnya perang genosida di Gaza pada Oktober 2023. Data lembaga hak asasi dan otoritas Palestina mencatat sedikitnya 1.105 warga Palestina syahid, sekitar 11 ribu lainnya terluka, serta lebih dari 21 ribu orang ditangkap dalam periode tersebut.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here