Dua warga Palestina terluka akibat tembakan tentara pendudukan Israel pada Minggu ini, sementara seorang gadis dan seorang anak laki-laki ditangkap dalam serangan yang terjadi di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki. Di saat yang sama, puluhan pemukim ekstremis Yahudi menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dengan perlindungan ketat dari pasukan Israel.

Dalam pernyataan terpisah, Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa tim medisnya menangani dua orang yang terluka akibat tembakan tentara Israel di Hebron dan Ramallah, masing-masing di bagian selatan dan tengah Tepi Barat. Lembaga ini menjelaskan bahwa salah satu korban adalah seorang pemuda dari kota Sa’ir, timur laut Hebron, yang mengalami luka tembak di kedua kakinya dan telah dibawa ke rumah sakit.

Menurut Kantor Berita Palestina WAFA, pasukan pendudukan Israel menyerbu daerah Ras Al-Arud di pusat kota Sa’ir, lalu mulai menembakkan peluru tajam, granat suara, dan gas air mata beracun ke arah warga serta rumah-rumah mereka. Akibatnya, seorang pemuda terluka akibat peluru tajam di kakinya dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh tim medis Bulan Sabit Merah.

Beberapa warga lainnya juga mengalami sesak napas akibat menghirup gas air mata beracun, namun mereka dirawat di tempat kejadian. WAFA menambahkan bahwa selama serangan ini, tentara Israel menangkap seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dari kota tersebut.

Di kota Ramallah, Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa tim medisnya membawa seorang pria berusia 46 tahun ke rumah sakit setelah ia ditembak di kedua kakinya oleh tentara Israel dekat tembok pemisah di kota Ar-Ram, utara Yerusalem.

Sementara itu, di kota Nablus, pasukan pendudukan Israel menyerbu beberapa distrik dan menangkap seorang mahasiswi Universitas An-Najah, Iba’ Ammar Al-Aghbar, setelah menggerebek dan menggeledah rumahnya di Distrik Rafidia.

Serbuan ke Masjid Al-Aqsa

Dalam perkembangan terkait, sekelompok pemukim ekstremis Yahudi menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dengan perlindungan dari pasukan pendudukan Israel.

Menurut laporan WAFA, yang mengutip saksi mata, puluhan pemukim memasuki kompleks masjid dalam kelompok-kelompok kecil, melakukan tur provokatif di halaman masjid, serta melakukan ritual Talmud di bawah perlindungan pasukan Israel.

Sejak dimulainya agresi besar-besaran Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat pada Oktober 2023, lebih dari 68 ribu pemukim ekstremis telah menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dengan perlindungan dari pasukan Israel, sementara Israel terus memperketat pembatasan masuk bagi warga Palestina ke dalam masjid dan ke kawasan Kota Tua Yerusalem.

Eskalasi di Tulkarm

Di kamp pengungsi Tulkarm, pasukan pendudukan Israel memaksa lebih banyak keluarga Palestina untuk mengungsi dari rumah mereka di kamp dan sekitarnya di bagian utara Tepi Barat. Di saat yang sama, pasukan Israel terus membakar lebih banyak rumah di kamp pengungsi Jenin, dalam agresi yang telah berlangsung sejak 21 Januari, menurut laporan media pemerintah dan saksi mata.

Menurut WAFA, tentara Israel mengeluarkan peringatan kepada penduduk distrik Dhanaba, yang berada di dekat kamp pengungsi Tulkarm, untuk mengosongkan rumah mereka sebelum Minggu siang.

Agresi militer Israel di kota Tulkarm kini memasuki hari ke-49, sementara serangan terhadap kamp pengungsi Nur Shams telah berlangsung selama 35 hari berturut-turut.

Laporan WAFA menyebutkan bahwa eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mencakup penggerebekan besar-besaran ke rumah-rumah warga, pemaksaan pengosongan rumah, serta pembakaran dan penghancuran properti. Semua ini terjadi di tengah blokade militer yang terus diperketat dan gelombang penggerebekan yang semakin intensif.

Pekan lalu, kamp pengungsi Tulkarm mengalami gelombang pengungsian besar-besaran pada tengah malam, setelah pasukan pendudukan Israel menyerbu rumah-rumah warga, menggeledahnya, serta menghancurkan isinya.

Agresi militer Israel di kota Tulkarm dan dua kamp pengungsinya telah mengakibatkan 13 warga Palestina gugur sebagai syahid, termasuk seorang anak dan dua perempuan—salah satunya sedang hamil delapan bulan. Selain itu, puluhan orang mengalami luka-luka dan banyak lainnya ditangkap, sementara lebih dari 12 ribu warga dipaksa mengungsi dari kamp Nur Shams dan 12 ribu lainnya dari kamp Tulkarm.

Selain korban jiwa dan luka-luka, agresi Israel juga menyebabkan kehancuran total infrastruktur, termasuk jaringan air, listrik, pembuangan limbah, komunikasi, serta rumah-rumah dan toko-toko yang hancur sebagian atau sepenuhnya akibat pemboman, pembakaran, dan perampokan oleh tentara pendudukan.

Pembakaran dan Penggusuran di Jenin

Di kota dan kamp pengungsi Jenin, agresi Israel telah memasuki hari ke-55. Pasukan pendudukan terus membuldoser dan membakar rumah-rumah warga serta mengubah sebagian rumah menjadi pos militer.

Menurut WAFA, tentara Israel terus membakar rumah-rumah di kamp pengungsi Jenin, dengan beberapa di antaranya dibakar pada Sabtu malam dan Minggu pagi.

Saksi mata kepada Anadolu Agency menyebutkan bahwa asap tebal terlihat mengepul dari berbagai lokasi di dalam kamp, sementara kendaraan militer Israel terlihat bergerak di beberapa distrik.

Sejauh ini, pasukan Israel telah menghancurkan sekitar 120 rumah secara total di dalam kamp Jenin, serta menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah lainnya. Agresi ini juga telah memaksa sekitar 20 ribu warga mengungsi dari kamp tersebut.

Menurut Komite Media Kamp Pengungsi Jenin (lembaga non-pemerintah), jumlah warga yang terpaksa meninggalkan kamp Jenin kini telah meningkat menjadi 21 ribu orang akibat operasi militer Israel.

Komite ini juga mencatat bahwa 512 rumah dan bangunan telah rusak sebagian atau total, sementara pasukan pendudukan menangkap sekitar 200 warga Palestina dan menahan banyak lainnya untuk diinterogasi di lapangan.

Menurut WAFA, agresi Israel yang terus berlangsung di Jenin sejak 21 Januari telah menyebabkan 34 warga Palestina gugur sebagai syahid serta melukai puluhan lainnya, sementara kerusakan infrastruktur, properti publik, dan rumah-rumah warga mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat Sejak Perang di Gaza

Sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Jalur Gaza, tentara Israel dan pemukim ekstremis semakin meningkatkan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur. Serangan ini telah menyebabkan lebih dari 935 warga Palestina gugur sebagai syahid, sekitar 7 ribu lainnya terluka, dan 15.640 orang ditangkap, menurut data resmi Palestina.

Dengan dukungan penuh Amerika Serikat, Israel sejak 7 Oktober 2023 telah melakukan pembantaian massal di Gaza yang telah menyebabkan lebih dari 160 ribu warga Palestina gugur dan terluka, termasuk sebagian besar di antaranya anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 14 ribu orang hilang.

Selama beberapa dekade, Israel telah menduduki wilayah Palestina, Suriah, dan Lebanon serta menolak menarik diri dari tanah-tanah tersebut. Israel juga menolak pendirian negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sesuai dengan perbatasan sebelum perang 1967.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here