Eskalasi Israel di Jalur Gaza terus bergerak di dua jalur sekaligus yakni militer dan politik. Al Jazeera melaporkan, Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, tidak secara langsung menyinggung insiden penembakan yang terjadi Rabu di kawasan Al-Tuffah, Gaza utara, yang melukai seorang perwira Israel. Namun, ia menegaskan komitmen Israel untuk “melucuti senjata Hamas” dan mengancam akan membongkar seluruh struktur serta kemampuan kelompok tersebut jika tidak menyerahkan persenjataannya.
Ancaman itu disampaikan di tengah situasi lapangan yang kian memanas, dengan Israel membuka kemungkinan perluasan operasi militer di Gaza.
Terkait Perlintasan Rafah, Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Tepi Barat dan Gaza menyatakan bahwa pembukaan perlintasan telah dilakukan sesuai kesepakatan. Ia justru melempar tanggung jawab terhambatnya perjalanan pasien dan korban luka Palestina kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dituding belum melengkapi prosedur administratif terkait daftar pasien dan pendamping.
Menurut pejabat tersebut, perjalanan medis akan kembali berjalan normal begitu data dan rincian yang diminta dipenuhi—klaim yang kontras dengan laporan di lapangan mengenai pembatasan ketat dan penundaan berulang.
Di sisi militer, tentara Israel mengumumkan seorang perwira mengalami luka serius setelah pasukan Israel diserang kelompok bersenjata Palestina di Gaza utara. Harian Yedioth Ahronoth melaporkan insiden itu terjadi di sekitar lingkungan Al-Tuffah, ketika sebuah unit Israel terjebak dalam penyergapan dan menjadi sasaran tembakan langsung.
Sebagai respons, militer Israel melancarkan tembakan artileri, serangan tank, serta gempuran udara. Hingga kini, nasib kelompok bersenjata yang terlibat dalam penyergapan tersebut belum diketahui.
Militer Israel menyatakan telah melakukan serangkaian serangan udara di berbagai wilayah Gaza, dengan dalih menanggapi apa yang mereka sebut sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Masih menurut Yedioth Ahronoth, sumber-sumber keamanan mengungkapkan bahwa Komando Selatan militer Israel sejak pagi hari telah bersiap untuk melancarkan serangan tambahan terhadap target-target di dalam Gaza sebagai bagian dari respons militer lanjutan.
Sementara itu, situs berita Walla mengutip pejabat Israel yang menyebut adanya estimasi bahwa pimpinan politik akan mengambil keputusan eskalatif dalam waktu dekat. Langkah tersebut disebut bisa mencakup perluasan daftar target serangan di Gaza atau kebijakan baru terkait kesepakatan dan Perlintasan Rafah, meski rincian konkretnya belum diungkapkan.
Sumber: Al Jazeera










