Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Dr. Maimon Herawati, melaporkan langsung dari atas kapal motor yang memimpin iring-iringan Global Sumud Flotilla (GSF). Bersama tokoh publik Chiki Fawzi, Maimon memulai pelayaran bersejarah dari Barcelona menuju Jalur Gaza yang hingga kini masih terisolasi.
“Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah ini adalah pagi pertama kami di dalam kapal induk menuju Gaza,” ujar Maimon dalam pesan yang diterima, Kamis (16/4).
Maimon menjelaskan, misi ini merupakan respons nyata atas kondisi Gaza yang terus dicekik blokade. Saat ini, bantuan kemanusiaan yang masuk lewat jalur darat sangat terbatas, kurang dari 100 truk per hari. Kondisi ini jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan jutaan warga yang bertahan di tengah puing-perang.
Sebanyak 38 kapal telah bertolak dari Barcelona, dan jumlah ini diprediksi akan terus bertambah. “Diperkirakan dari seluruh pelabuhan internasional, insyaallah akan ada lebih dari 70 kapal yang berangkat menuju Gaza,” kata Maimon menegaskan skala besar dari aksi solidaritas global ini.
Fokus utama Global Sumud Flotilla adalah mendobrak blokade laut dan menciptakan koridor kemanusiaan yang permanen. Secara hukum internasional, perairan Gaza berhadapan langsung dengan laut bebas. Oleh karena itu, warga Gaza memiliki hak berdaulat untuk menerima bantuan langsung dari dunia internasional melalui jalur laut tanpa hambatan dari pihak mana pun.
Menurut Maimon, keberangkatan tim GPCI dan relawan dunia lainnya didasari oleh satu panggilan nurani yang mendalam. “Kita memang diminta oleh rakyat Gaza untuk datang. Inilah alasan utama mengapa misi Flotilla terus dilakukan. Gaza memanggil,” ucapnya.
Meski berada jauh di tengah samudera, Maimon menitipkan pesan khusus bagi masyarakat di tanah air. Ia menekankan bahwa dukungan tidak melulu soal fisik, tetapi juga perang narasi di dunia digital.
Maimon mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak lelah menyuarakan kondisi Gaza dan Tepi Barat melalui media sosial. Ia menyebutnya sebagai upaya mendobrak “blokade algoritma” yang seringkali menekan berita-berita tentang Palestina.
“Terus dukung Gaza dan Tepi Barat. Buat konten, bagikan, bahkan sekadar memberikan tanda suka (like) akan sangat membantu algoritma untuk kembali memunculkan kabar tentang Palestina. Mari bersama-sama kita dobrak blokade algoritma ini,” pesan Maimon.
Ia berharap masyarakat di Indonesia terus mengawal perjalanan GSF dengan doa dan publikasi berita-berita positif. Dukungan moral dari negara dengan basis massa pro-Palestina terbesar seperti Indonesia menjadi energi tambahan bagi para aktivis yang kini tengah mempertaruhkan nyawa demi menembus blokade demi kemanusiaan.










