GAZA – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali menuai kecaman setelah merilis video kampanye yang menggambarkan Jalur Gaza sebagai wilayah yang hancur pada 2030. Video berbasis kecerdasan buatan (AI) itu juga memuat pesan yang mengejek warga Palestina yang masih bertahan di tengah kehancuran akibat serangan militer Israel.
Ben-Gvir mengunggah video tersebut ke akun media sosial X miliknya pada Selasa, 20 Oktober 2026, menjelang pemilihan umum legislatif Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober. Anadolu Agency melaporkan video itu pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Dalam video tersebut, Gaza digambarkan seperti kota mati. Sekolah-sekolah, infrastruktur, dan pelabuhannya tampak hancur. Salah satu adegan memperlihatkan seekor keledai disertai kalimat bernada penghinaan terhadap warga Palestina yang tetap tinggal di wilayah itu: “Anda pasti seekor keledai jika tetap tinggal di Gaza.”
Video tersebut menampilkan kehancuran Gaza sebagai bagian dari materi kampanye politik Ben-Gvir, yang memimpin Partai Otzma Yehudit dan menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Ben-Gvir selama ini dikenal kerap menyerukan penguasaan Israel atas Jalur Gaza. Ia juga mendorong pengusiran warga Palestina dari wilayah tersebut dan pembangunan permukiman Israel di sana.
Rekam jejak pernyataannya berulang kali memicu kontroversi dan kecaman internasional. Beberapa waktu lalu, ia menuai kritik setelah menyerukan pembunuhan 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam.
Peluncuran video kampanye itu berlangsung setelah sejumlah partai Arab di Israel menuduh Ben-Gvir memanfaatkan kebijakan dan tindakan terhadap warga Palestina untuk menggalang dukungan politik. Mereka juga menuding menteri tersebut menggunakan langkah-langkah itu untuk mengintimidasi pemilih Arab di Israel.
Ben-Gvir merupakan salah satu tokoh sayap kanan dalam pemerintahan Netanyahu. Partainya, Otzma Yehudit, menjadi bagian dari koalisi yang kini menghadapi persaingan dalam pemilu legislatif.
Persaingan ketat menjelang pemilu Israel
Israel dijadwalkan menggelar pemilihan umum legislatif pada 27 Oktober 2026. Koalisi Netanyahu menghadapi persaingan dengan partai-partai oposisi dalam perebutan mayoritas di parlemen.
Jajak pendapat terbaru yang dikutip dari stasiun televisi Israel, Channel 12, memproyeksikan partai-partai oposisi memperoleh 55 kursi, sedangkan koalisi Netanyahu diperkirakan meraih 51 kursi.
Angka tersebut belum cukup bagi salah satu kubu untuk menguasai mayoritas di Knesset, parlemen Israel yang memiliki 120 kursi. Untuk membentuk mayoritas, sebuah blok membutuhkan sedikitnya 61 kursi.
Di tengah persaingan itu, video Ben-Gvir menjadikan kehancuran Gaza dan keberadaan warga Palestina yang bertahan di wilayah tersebut sebagai bagian dari pesan kampanyenya. Konten itu sekaligus kembali menyoroti sikap Ben-Gvir yang selama ini mendorong pengusiran warga Palestina dan pembangunan permukiman Israel di Jalur Gaza.










