GAZA — Seorang anak laki-laki Palestina dilaporkan syahid akibat tembakan tentara Israel di wilayah selatan Jalur Gaza pada Sabtu (13/6) larut malam. Insiden ini menambah panjang daftar pelanggaran wilayah meskipun kesepakatan gencatan senjata secara resmi telah berjalan.
Pihak Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi bahwa korban jiwa tersebut adalah Amir Imad al-Bashiti yang baru berusia 13 tahun. Berdasarkan laporan media-media lokal Palestina, Amir mengembuskan napas terakhirnya setelah peluru tajam pasukan Israel mengenai tubuhnya di kawasan Batn al-Samin, sebelah selatan kota Khan Younis.
Tragedi yang menimpa Amir melengkapi hari kelabu di Gaza pada Sabtu kemarin. Sebelumnya, tiga warga sipil Palestina juga dilaporkan gugur. Dua di antaranya syahid seketika akibat serangan pesawat tanpa awak (drone) Israel yang menyasar kerumunan warga di lingkungan Al-Amal, pusat kota Khan Younis. Sementara satu korban lainnya kehilangan nyawa dalam serangan terpisah di dekat kamp pengungsi Al-Bureij, wilayah tengah Jalur Gaza.
Penghancuran Permukiman di Utara
Tak hanya jatuhnya korban jiwa di wilayah selatan, situasi mencekam juga dilaporkan terjadi di bagian utara Gaza. Koresponden lapangan melaporkan bahwa militer Israel terus melakukan operasi peledakan dan peruntuhan bangunan secara masif.
Aksi bumi hangus ini menyasar gedung-gedung di wilayah yang berada di bawah kendali operasional mereka, tepatnya di sebelah timur Jabalia dan kawasan timur Kota Gaza.
Agresi dan serangan sporadis ini terus dilancarkan oleh militer Israel di berbagai titik Jalur Gaza. Padahal, kesepakatan gencatan senjata secara resmi telah disepakati dan berlaku sejak 10 Oktober 2025 lalu, setelah wilayah tersebut luluh lantak akibat perang genosida yang berlangsung selama dua tahun.
Sumber: Al Jazeera / Anadolu Agency










