TEL AVIV — Aktris senior Israel, Chelli Goldenberg, menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa dirinya tidak lagi bangga menjadi orang Israel dalam sebuah wawancara televisi yang disiarkan langsung pada 26 Oktober 2026. Ia mengaku tidak menyadari bahwa siaran telah kembali mengudara dan kemudian memprotes pembawa acara karena merasa tidak diberi tahu.
Menurut pemberitaan media Israel, termasuk Mako dan Walla, wawancara tersebut awalnya membahas perjalanan karier Goldenberg. Namun, percakapan kemudian berkembang menjadi perdebatan politik mengenai pendudukan Israel, ekstremisme pemukim, dan konflik Palestina-Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Kritik terhadap kondisi Israel
Dalam wawancara tersebut, Goldenberg mengungkapkan kekecewaannya terhadap arah perkembangan negaranya. Ia menyatakan masih mencintai Israel, tetapi tidak lagi merasa bangga menjadi bagian dari masyarakat yang, menurut pandangannya, semakin jauh dari nilai-nilai yang ia yakini.
Kritiknya mencakup pendudukan wilayah Palestina, perilaku sebagian pemukim Israel, serta meningkatnya ekstremisme dalam kehidupan politik dan sosial Israel.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap kritis seorang warga Israel terhadap kebijakan dan kondisi masyarakat negaranya sendiri. Namun, kritik terhadap pemerintah atau pendudukan tidak serta-merta menunjukkan bahwa seseorang menolak seluruh identitas nasionalnya.
Perdebatan mengenai perjuangan Palestina
Suasana wawancara semakin memanas ketika Goldenberg berbicara mengenai hak suatu kelompok minoritas untuk memperjuangkan kebebasannya. Pembawa acara kemudian mempertanyakan pandangan tersebut dalam konteks serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan pembunuhan warga sipil.
Goldenberg mengaitkan pembahasannya dengan sejarah perlawanan terhadap kekuasaan Inggris di Palestina pada masa Mandat Inggris.
Perdebatan itu menyoroti persoalan yang terus menjadi perbincangan dalam konflik Palestina-Israel: hak suatu bangsa untuk menentukan nasib sendiri, bentuk perlawanan terhadap pendudukan, serta batas moral dan hukum terkait penggunaan kekerasan, terutama terhadap warga sipil.
Terkejut mengetahui dirinya sedang siaran langsung
Momen yang kemudian menarik perhatian publik terjadi ketika Goldenberg menyadari bahwa percakapannya sedang disiarkan secara langsung.
Ia mempertanyakan apakah siaran sudah berlangsung dan mengaku mengira percakapan tersebut terjadi saat jeda iklan. Goldenberg kemudian mengakhiri wawancara dan memprotes pembawa acara karena merasa tidak memperoleh pemberitahuan yang jelas mengenai dimulainya kembali siaran.
Insiden tersebut memunculkan perhatian terhadap situasi yang terjadi di studio. Meski demikian, klaim Goldenberg bahwa dirinya tidak mengetahui siaran telah kembali berlangsung belum dengan sendirinya membuktikan adanya kesengajaan pihak stasiun televisi untuk menjebaknya.
Meminta maaf atas cara penyampaian
Dalam penjelasan selanjutnya, Goldenberg menyampaikan penyesalan atas cara ia mengutarakan pendapatnya. Ia mengakui bahwa pernyataannya disampaikan secara impulsif, dengan intensitas dan ketajaman yang berlebihan.
Namun, berdasarkan laporan yang tersedia, permintaan maaf tersebut perlu dibedakan dari penarikan kembali seluruh pandangan politiknya. Tidak terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa ia sepenuhnya membatalkan kritiknya terhadap pendudukan Israel hanya karena meminta maaf atas cara penyampaiannya.
Suara kritis dari dalam masyarakat Israel
Pernyataan Goldenberg menjadi perhatian karena kritik tersebut datang dari seorang tokoh senior Israel yang menyatakan kecintaannya terhadap negaranya, tetapi sekaligus mempertanyakan kondisi politik dan moral masyarakatnya.
Peristiwa ini juga memperlihatkan pentingnya membaca pernyataan tokoh publik secara utuh. Potongan video yang menampilkan keterkejutan seseorang ketika mengetahui dirinya sedang siaran langsung dapat menarik perhatian, tetapi isi pernyataan politik yang mendahuluinya tetap menjadi bagian penting untuk memahami peristiwa tersebut.
Dalam konteks konflik Palestina-Israel, perbedaan pandangan di dalam masyarakat Israel sendiri merupakan bagian dari dinamika politik yang perlu dicermati, tanpa mengabaikan perbedaan antara kritik terhadap pendudukan, dukungan terhadap hak menentukan nasib sendiri, dan pembenaran atas kekerasan terhadap warga sipil.
Sumber: Mako dan Walla, pemberitaan mengenai wawancara Chelli Goldenberg pada 26 Oktober 2026.










