GAZA — Tiga warga Palestina syahid dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Israel di Kota Gaza dan Khan Yunis. Serangan tersebut menambah daftar pelanggaran harian Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada 10 Oktober 2025.
Sumber medis di Kompleks Medis Nasser melaporkan, dua warga Palestina syahid dan sejumlah lainnya terluka setelah pesawat nirawak Israel menyerang kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, di Gaza selatan.
Kantor berita Anadolu mengidentifikasi kedua korban sebagai Izz al-Din Iyad Barhoum, 22 tahun, dan Salah al-Din Iyad Aql, 29 tahun. Keduanya diserang ketika berada di tengah kerumunan warga di kawasan Al-Mawasi, wilayah yang membentang di antara Rafah dan Khan Younis.
Mengutip saksi mata, Anadolu melaporkan sebuah pesawat nirawak Israel menembakkan sedikitnya satu rudal ke arah kerumunan warga di dekat Masjid Muawiyah, Al-Mawasi, di barat laut Rafah.
Dalam serangan terpisah, Kompleks Medis Al-Shifa mengumumkan seorang warga Palestina syahid akibat luka-luka yang dideritanya setelah serangan pesawat nirawak Israel di Kota Gaza.
Pada saat yang sama, artileri Israel menembaki sejumlah wilayah di timur laut Khan Younis, Gaza selatan. Kapal-kapal perang Israel juga melepaskan tembakan dan meluncurkan peluru ke arah pesisir Kota Gaza di bagian utara. Hingga laporan tersebut disusun, belum ada laporan korban luka akibat kedua serangan itu.
Korban pelanggaran gencatan senjata terus bertambah
Serangan tersebut kembali memperlihatkan rapuhnya gencatan senjata di Jalur Gaza. Israel terus melancarkan pengeboman dan penembakan di berbagai wilayah, meskipun kesepakatan penghentian pertempuran telah diberlakukan.
Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Ahad, pelanggaran Israel terhadap kesepakatan itu telah menyebabkan 1.488 warga Palestina syahid dan 5.281 lainnya terluka.
Sejak Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 74 ribu warga Palestina telah syahid dan lebih dari 175 ribu lainnya terluka.
Berlanjutnya serangan setelah gencatan senjata diumumkan membuat warga Gaza tetap menghadapi ancaman keselamatan. Kesepakatan yang seharusnya menghentikan kekerasan belum mampu mengakhiri jatuhnya korban di wilayah tersebut.
Sumber: Al Jazeera dan kantor berita










