GAZA — Tentara Penjajah Israel mengumumkan penangkapan tiga personel Kepolisian Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Penangkapan ini dilakukan dengan dalih bahwa ketiga petugas tersebut telah melampaui batas kewenangan operasional mereka karena bertugas di kawasan yang berada di bawah kendali penuh Israel.

Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa penangkapan tersebut dilakukan usai ketiga anggota polisi Palestina itu kedapatan mendirikan pos pemeriksaan (pemeriksaan jalan) di wilayah Area C, tepatnya di dekat kawasan Beitunia, sebelah barat Ramallah.

Militer Israel menuduh para petugas Kepolisian Palestina sempat menghentikan seorang warga sipil Israel dan melakukan tindakan kekerasan terhadapnya. Pihak Tel Aviv menilai aksi ini sebagai bentuk pelanggaran serius oleh aparat keamanan Palestina terhadap batasan operasional wilayah yang telah disepakati.

“Otoritas keamanan menilai insiden ini sebagai pelanggaran berat dari pihak aparat Palestina yang membahayakan keselamatan warga Israel, serta diwarnai penggunaan kekuatan secara agresif dan berlebihan,” tawar pernyataan resmi militer Israel.

Hingga saat ini, ketiga anggota polisi Palestina tersebut masih ditahan dan menjalani proses pemeriksaan ketat oleh aparat keamanan Israel.

Area C: Wilayah Mayoritas Tepi Barat yang Terus Digerus

Area C merupakan kawasan terluas di Tepi Barat dan sejak lama menjadi sasaran utama kelompok sayap kanan ekstrem Israel. Wilayah ini terbentuk berdasarkan skema pembagian batas dalam Perjanjian Oslo II pada tahun 1995, dengan mencakup sekitar 61 persen dari total luas daratan Tepi Barat.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, otoritas Israel memegang kendali penuh atas urusan sipil maupun keamanan di Area C. Celah kendali tunggal inilah yang dimanfaatkan pemerintah Israel untuk memperluas proyek pemukiman ilegal, sekaligus memperketat ruang gerak dan menekan keberadaan warga lokal Palestina.

Insiden penangkapan aparat Palestina ini terjadi di tengah gelombang kecaman internasional yang kian deras menyoroti maraknya aksi kekerasan pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina. Pembiaran dan pembiaran yang ditunjukkan pemerintah Israel terhadap kejahatan para pemukim tersebut kian memicu kritik tajam dari komunitas global.

Meski pemerintah Israel berulang kali menyampaikan pernyataan formal yang mengecam aksi kekerasan para pemukim, pada kenyataannya para pelaku penyerangan tersebut hampir tidak pernah ditangkap apalagi diseret ke meja hijau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here