Gaza — Agresi militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa. Rentetan serangan udara dan penembakan yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan sejak Ahad kemarin hingga Senin dini hari (5-6/7) waktu setempat, menyebabkan sedikitnya empat warga Palestina gugur dan belasan lainnya luka-luka. Insiden ini memperpanjang daftar hitam pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan oleh Tel Aviv.

Pihak Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza mengonfirmasi telah menerima dua jenazah korban meninggal dunia serta beberapa korban luka-luka. Mereka menjadi korban dalam serangan udara jet tempur Israel yang menyasar langsung sebuah apartemen hunian di wilayah selatan kota pada Senin dini hari.

Sementara itu, dari wilayah selatan, Kompleks Medis Nasser melaporkan satu warga terluka parah akibat tembakan dari pesawat tanpa awak (drone) pengintai Israel. Korban ditembak saat berada di dekat zona perimeter patroli militer pendudukan di kota Al-Qarara, sebelah utara Khan Younis.

Dibantai Saat Mengantre Air Bersih

Tragedi kemanusiaan juga terjadi di wilayah timur Kota Gaza pada Minggu kemarin. Otoritas Pertahanan Sipil (Civil Defense) Gaza mengumumkan dua warga gugur seketika dan beberapa lainnya cedera akibat hantaman rudal Israel yang menyasar kerumunan warga sipil. Tragisnya, para korban saat itu sedang mengantre di depan sebuah stasiun pengisian air bersih di area Al-Samer.

Pihak Rumah Sakit Al-Ahli Al-Arabi (Baptis) mengonfirmasi kiriman dua jasad korban serta korban luka-luka akibat serangan di stasiun air tersebut.

Dalam rangkaian serangan yang berlangsung sejak Ahad hingga Senin dini hari, rudal Israel menghantam antrean warga yang sedang mengambil air bersih di kawasan Al-Samer, Kota Gaza, sehingga menyebabkan dua warga syahid.

Pada waktu yang hampir bersamaan, serangan udara juga menyasar sebuah apartemen di selatan Kota Gaza dan kembali menewaskan dua warga. Sementara itu, di wilayah Al-Qarara dan Khan Younis, serangan menggunakan drone dan tembakan senapan otomatis mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Tak hanya serangan udara, aksi penembakan darat secara membabi buta juga menyasar kamp-kamp pengungsian. Sumber medis yang dikutip kantor berita Anadolu melaporkan dua warga sipil menderita luka tembak serius dalam dua insiden terpisah di selatan Jalur Gaza.

Korban pertama terluka akibat rentetan tembakan yang diarahkan ke tenda-tenda pengungsi di kawasan Taman Regional, Al-Mawasi, Kota Rafah. Sementara korban kedua ambruk diterjang timah panas tentara Israel di sebelah timur Kota Hamad, utara Khan Younis.

Para saksi mata di lapangan menuturkan bahwa kendaraan tempur dan tank-tank militer Israel yang bersiaga di perbatasan melepaskan tembakan sekutu (heavy gunfire) secara intensif ke arah barisan tenda plastik para pengungsi di wilayah Al-Mawasi, barat laut Rafah, memicu kepanikan massal di antara wanita dan anak-anak.

Statistik Kelam Pelanggaran Gencatan Senjata

Berdasarkan data resmi teranyar yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan di Gaza, tingkat pelanggaran sepihak Israel terhadap perjanjian gencatan senjata terus menunjukkan angka yang mengerikan.

Hingga akhir Juni, pelanggaran gencatan senjata dilaporkan telah mengakibatkan 1.066 warga Palestina syahid, sementara 3.445 orang lainnya mengalami luka-luka atau cedera akibat serangan yang terus berlanjut.

Sejak eskalasi dan perang besar meletus pada Oktober 2023, operasi militer Israel di Jalur Gaza tercatat telah merenggut lebih dari 73.000 korban jiwa dan menyebabkan lebih dari 173.000 warga terluka. Pemboman sistematis yang berlangsung berbulan-bulan tersebut juga menewaskan ruang publik dengan menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di seluruh pelosok kantong wilayah terisolasi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here