YUNANI – Perjalanan kemanusiaan yang membawa misi menembus blokade Gaza mengalami kendala cuaca. Puluhan kapal yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) terpaksa bersandar di pesisir Yunani (Greece) akibat cuaca ekstrem yang melanda Laut Mediterania.
Aktivis dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), As’ad Aras Muhammad, yang berada langsung di salah satu kapal utama, melaporkan bahwa kondisi alam tidak memungkinkan untuk melanjutkan navigasi secara aman. Pelayaran akan dilanjutkan jika kondisi cuaca sudah memungkinan untuk navigasi.
“Bismillah. Saat ini kapal sedang bersandar di Greece (Yunani) karena tadi ada badai, ombak tinggi, sehingga beberapa kapal GSM bersandar,” lapor As’ad dalam keterangan visualnya.

Badai yang datang secara mendadak tersebut membawa gelombang tinggi yang membahayakan stabilitas kapal-kapal pengangkut bantuan. Keputusan untuk merapat ke pelabuhan terdekat di Yunani diambil sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan seluruh kru dan relawan internasional yang ikut serta dalam misi ini.
Misi Global Sumud Flotilla sendiri merupakan upaya global yang melibatkan berbagai negara untuk membawa bantuan medis dan logistik ke Jalur Gaza yang hingga kini masih dalam blokade ketat. Kehadiran GPCI dalam armada ini menunjukkan peran aktif masyarakat sipil Indonesia dalam upaya perdamaian dunia.
Meskipun jadwal pelayaran mengalami pergeseran akibat faktor cuaca, semangat para aktivis di atas kapal dilaporkan tetap tinggi. Mereka kini tengah menunggu lampu hijau dari otoritas maritim dan prakiraan cuaca yang lebih baik sebelum melanjutkan rute menantang menuju Gaza.










