HEBRON – Senin malam (27/4) hingga Selasa dini hari (28/4), pasukan infanteri militer Israel (IDF) menyisir wilayah Al-Mutaina di Kota Yatta, Hebron Selatan, Tepi Barat. Satu pasangan suami-istri, Shadi Khalil Ghaith dan Doaa Khader Nassar, diciduk dari kediaman mereka.

Penangkapan pasangan ini terjadi di tengah gencarnya operasi “pembersihan” infrastruktur sipil di Desa Birin. Di sana, otoritas pendudukan Israel tidak hanya membawa borgol, tapi juga lembaran kertas merah, perintah pembongkaran (demolition orders) untuk lima rumah warga dan sebuah kandang ternak.

Farid Burqan, Ketua Dewan Desa Birin, mengonfirmasi bahwa penyerahan surat perintah tersebut dilakukan di bawah todongan senjata. Dalihnya klasik: bangunan dianggap ilegal karena tidak memiliki izin dari otoritas pendudukan, izin yang dalam praktiknya hampir 100 persen mustahil diperoleh warga Palestina di Area C Tepi Barat.

Intimidasi Kolektif dan Sabotase Pemukim

Di sisi lain Tepi Barat, Desa Jalud di selatan Nablus juga membara. Puluhan pemukim ilegal (settlers) dilaporkan menyerbu pemukiman warga, merusak properti, dan melakukan intimidasi fisik. Pola ini konsisten: militer melakukan penangkapan administratif, sementara pemukim melakukan tekanan akar rumput untuk memaksa warga eksodus.

Di Yerusalem Utara, Kamp Qalandia dan Ar-Ram baru saja bernapas lega setelah dikepung selama 18 jam. Namun, yang tertinggal adalah pemandangan sisa penjarahan. Lebih dari 80 warga sempat dijaring ke pusat interogasi lapangan yang didirikan secara instan. Rumah-rumah warga sipil disulap menjadi menara pengawas, sementara pintu-pintu dihancurkan sebagai bagian dari prosedur “pengamanan”.

Statistik Penghancuran (Okt 2023 – April 2026)

Data resmi menunjukkan bahwa ini bukan lagi soal insiden sporadis, melainkan strategi aneksasi de facto. Sejak Oktober 2023, neraca kerugian di Tepi Barat telah menyentuh angka kritis:

  • Nyawa Melayang: Lebih dari 1.150 warga Palestina tewas.
  • Luka-luka: Mencapai 11.750 jiwa.
  • Penahanan: Nyaris 22.000 orang masuk ke sistem penjara Israel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here