Kantor Informasi Tahanan Palestina, Kamis, mengungkap serangkaian kesaksian terbaru yang diklaim berasal dari dalam penjara “Janot” (Nafha dan Ramon). Laporan itu memotret kemerosotan tajam kondisi kesehatan fisik dan mental para tahanan Palestina, terutama mereka yang berasal dari Jalur Gaza.

Menurut kantor tersebut, berbagai penyakit kulit dan infeksi dilaporkan menyebar di antara para tahanan. Sejumlah narapidana juga disebut mengalami nyeri kronis, gangguan pendengaran dan penglihatan, serta masalah gigi serius, tanpa penanganan medis memadai. Perawatan, jika ada, digambarkan sebatas formalitas, tanpa tindak lanjut yang layak.

Data yang dihimpun menunjukkan penurunan berat badan signifikan pada sejumlah tahanan. Beberapa di antaranya dilaporkan kehilangan puluhan kilogram dalam beberapa bulan terakhir. Penyebabnya disebut jelas: pembatasan jatah makanan dan kualitas konsumsi yang buruk.

Kantor itu menuding manajemen penjara menyajikan makanan dalam porsi minim dengan nilai gizi rendah. Pada saat yang sama, ketersediaan pakaian dan perlengkapan kebersihan dilaporkan sangat terbatas. Hak kunjungan keluarga juga masih dibekukan. Kombinasi isolasi, tekanan berkelanjutan, dan ketidakpastian disebut memperparah kondisi psikologis para tahanan.

Dalam pernyataannya, Kantor Informasi Tahanan menegaskan otoritas Israel memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan dan kehidupan para tahanan. Mereka mendesak intervensi internasional segera untuk menghentikan apa yang disebut sebagai kebijakan pengabaian medis dan praktik kelaparan sistematis, serta menuntut pemenuhan hak-hak dasar sesuai hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

Temuan ini muncul di tengah eskalasi kebijakan represif di dalam penjara sejak pecahnya perang di Gaza. Pembatasan makanan, pelarangan kunjungan, dan pengetatan aturan di blok-blok tahanan dilaporkan semakin intensif. Dampaknya disebut belum pernah terjadi sebelumnya: kondisi hidup dan kesehatan tahanan merosot tajam, dengan peringatan bahwa situasi ini dapat berujung pada konsekuensi fatal.

Sumber: Palinfo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here